Software CMMS untuk Operasional Pemeliharaan yang Lebih Efektif

by | Aug 8, 2023 | Computerized Maintenance Management System

Pekerjaan di sektor maintenance atau pemeliharaan kini dapat ditangani dengan lebih efisien menggunakan software CMMS. Namun apa sebenarnya yang dimaksud dengan software CMMS, bagaimana cara menggunakannya dan apa manfaatnya? Yuk ketahui lebih lanjut di artikel ini.

Computerized Maintenance Management System (CMMS) merupakan software yang dirancang untuk menyederhanakan proses pemeliharaan dan meningkatkan manajemen aset dalam suatu perusahaan. 

Dengan alat ini, tim maintenance bisa mengotomatisasi penjadwalan, melacak, menganalisis perintah kerja, inventaris, hingga menghasilkan tugas maintenance.

Ini adalah alat penting bagi organisasi mana pun yang melakukan pemeliharaan preventif rutin atau memiliki banyak alat berat yang perlu diservis.

Bagaimana Cara CMMS Bekerja?

CMMS bekerja dengan memusatkan informasi terkait peralatan, mesin, fasilitas, dan aktivitas pemeliharaan ke dalam platform digital. Pengguna dapat memasukkan data tentang aset, seperti spesifikasinya, riwayat pemeliharaan, dan kekritisan-nya. 

Saat perintah kerja (work order) dimasukkan, sistem penjadwalan dan melacak tugas pemeliharaan preventif dan korektif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya, seperti waktu, penggunaan, atau kondisi. Ketika tugas pemeliharaan sudah jatuh tempo, 

Kemudian CMMS menghasilkan perintah kerja, menugaskannya ke teknisi, dan memberi mereka instruksi dan informasi rinci. 

CMMS dan databasenya juga memungkinkan tim memantau kesehatan dan kondisi alat berat sepanjang waktu, sehingga mereka dapat menerapkan pemeliharaan berbasis kondisi.

Apa Saja Manfaat menggunakan CMMS?

Berikut adalah beberapa contoh bagaimana software CMMS dapat bermanfaat bagi tim pemeliharaan Anda.

  • Mengontrol biaya untuk pemeliharaan
  • Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas
  • Mengurangi Waktu Henti (downtime)
  • Memastikan pemeliharaan yang konsisten
  • Membuat dokumen mudah diakses
  • Menyederhanakan proses pemeliharaan

Apa yang Dimaksud dengan Mobile CMMS?

Tak cuma dapat di-install pada perangkat komputer, CMMS juga ada yang dirancang untuk digunakan pada perangkat seluler seperti ponsel cerdas dan tablet. 

Dengan adanya mobile CMMS, memungkinkan teknisi dan manajer pemeliharaan untuk mengakses dan berinteraksi dengan CMMS dari mana saja, baik di lapangan, di lantai pabrik, atau di lokasi terpencil.

Parts Inventory Management Software

Perangkat Lunak Manajemen Inventaris Suku Cadang alias Parts Inventory Management Software memainkan peran penting dalam CMMS dengan memastikan bahwa tim pemeliharaan memiliki akses ke suku cadang yang tepat saat dibutuhkan.

Selain itu juga mengurangi waktu henti peralatan, mengendalikan biaya, dan berkontribusi terhadap efisiensi pemeliharaan dan keandalan aset secara keseluruhan. Integrasi ini meningkatkan kemampuan CMMS, menjadikannya alat yang berharga untuk pemeliharaan dan manajemen operasi.

Memilih CMMS Software Terbaik untuk Tim Maintenance Perusahaan Anda

Untuk memilih software CMMS terbaik untuk tim Anda, mulailah dengan menentukan kebutuhan spesifik perusahaan, libatkan pemangku kepentingan utama, dan menetapkan anggaran. 

Kemudian prioritaskan kemudahan penggunaan, aksesibilitas seluler, manajemen aset dan perintah kerja, serta kemampuan pelaporan. Pastikan software dapat berintegrasi dengan sistem yang sudah ada dan mematuhi standar keamanan data. 

Sebelum memutuskan, jangan lupa baca review dari pengguna, minta demo, dan hitung total biaya kepemilikan. Pada akhirnya, pilih software CMMS yang selaras dengan kebutuhan, anggaran, dan tentunya mampu menangani masalah dalam kerja maintenance secara efektif.

Mana yang Lebih Baik: Saas atau On-Premise?

Pilihan antara SaaS (Software-as-a-Service ) dan On-Premise untuk CMMS bergantung pada kebutuhan dan preferensi spesifik perusahaan. Untuk memberi gambaran, berikut perbandingan keduanya. 

SaaS

Keuntungan Saas:

  • Aksesibilitas: SaaS CMMS dapat diakses dari lokasi mana pun dengan koneksi internet, sehingga ideal untuk pekerjaan jarak jauh dan teknisi lapangan. 
  • Skalabilitas: Lebih mudah untuk meningkatkan atau menurunkan skala berdasarkan kebutuhan Anda, dan pembaharuan serta pemeliharaan ditangani oleh penyedia. 
  • Efisiensi Biaya: SaaS biasanya memiliki biaya awal yang lebih rendah dan biaya berlangganan bulanan yang dapat diprediksi, sehingga lebih ramah anggaran. 

Pembaruan Otomatis: Pembaruan dan pemeliharaan perangkat lunak dikelola oleh penyedia, sehingga mengurangi beban tim TI Anda.

On-Premise

Keuntungan On-Premise

  • Kontrol: Anda memiliki kendali penuh atas perangkat lunak CMMS Anda, termasuk penyimpanan dan keamanan data. 
  • Privasi Data: Data sensitif tetap berada dalam infrastruktur organisasi Anda, yang mungkin penting untuk alasan kepatuhan atau keamanan. 
  • Kustomisasi: Solusi lokal dapat lebih mudah disesuaikan agar selaras dengan proses bisnis spesifik Anda.

Dari beberapa keuntungan masing-masing model, maka pertimbangkan Saas jika Perusahaan Anda menghargai aksesibilitas, skalabilitas, dan efisiensi biaya. 

Di sisi lain, pertimbangkan On-Premise jika perusahaan Anda sangat ketat dalam hal privasi dan keamanan data serta memiliki tim IT untuk mengelola perangkat lunak, pembaruan, dan pemeliharaan.

Apa Itu EAM?

Enterprise Asset Management (EAM) adalah kombinasi software, sistem, dan layanan yang digunakan untuk menjaga dan mengontrol aset fisik perusahaan. 

Aset fisik ini dapat mencakup mesin, peralatan, kendaraan, bangunan, infrastruktur, dan banyak lagi. Tujuan utama EAM adalah mengoptimalkan penggunaan, kinerja, dan pemeliharaan aset-aset ini untuk memaksimalkan masa pakainya, mengurangi biaya pengoperasian, dan memastikan aset-aset tersebut berkontribusi secara efektif terhadap operasional Perusahaan.

Apa Perbedaan antara CMMS, FM, dan EAM?

CMMS (Sistem Manajemen Pemeliharaan Terkomputerisasi), FM (Manajemen Fasilitas), dan EAM (Manajemen Aset Perusahaan) adalah konsep dan solusi perangkat lunak yang terkait namun berbeda yang digunakan untuk mengelola aset dan fasilitas dalam suatu organisasi. Berikut perbedaan utama di antara ketiganya:

 

CMMS FM EAM
Fokus Pengelolaan aktivitas pemeliharaan yang berkaitan dengan aset fisik. Pengelolaan dan pengoperasian fasilitas fisik, termasuk bangunan, infrastruktur, dan terkadang aset non-industri seperti ruang dan lahan kantor. Paling komprehensif dari ketiganya dan mencakup pengelolaan seluruh portofolio aset fisik mulai dari mesin, peralatan, kendaraan, gedung, infrastruktur, dan banyak lagi.
Cakupan Lebih sempit dibandingkan EAM. dirancang untuk mengelola tugas pemeliharaan, perintah kerja, inventaris suku cadang, dan jadwal teknisi. Melibatkan bidang-bidang seperti manajemen ruang, manajemen sewa. Memberikan pandangan holistik tentang semua aset di seluruh Perusahaan.
Siklus hidup aset Tidak memberikan tingkat dukungan yang sama untuk seluruh siklus hidup aset, mulai dari akuisisi hingga pelepasan Fokus pada aspek operasional fasilitas. Mengelola aset sepanjang siklus hidupnya, menjadikannya cocok untuk industri dengan portofolio aset yang kompleks
Skala Tingkat departemen atau lokasi dan sangat cocok untuk mengelola aktivitas pemeliharaan dalam fasilitas tertentu. Perusahaan yang perlu mengelola banyak fasilitas atau portofolio properti yang besar. Perusahaan besar dengan portofolio aset yang luas dan beragam.

 

Demikian ulasan mengenai software CMMS, mulai dari bagaimana cara kerja, apa saja manfaatnya hingga perbandingannya sistem manajemen lainnya. Semoga bermanfaat!

Free Demo Sidig

Konsultasikan dan coba solusi manajemen garansi dari Sidig untuk pengalaman pelanggan yang lebih baik

Join Our Newsletter

Dapatkan Insight dan Update Terbaru Seputar Manajemen Pelanggan

 

Follow Us

Konsultasikan langsung kebutuhan Anda dengan Sales Representative kami!

 

WeCreativez WhatsApp Support
Kontak kami melalui Whatsapp
👋 Halo,ada yang bisa kami bantu?