Layanan After Sales dan Strateginya

Layanan After Sales dan Strateginya

Layanan after sales merupakan dukungan yang disediakan oleh perusahaan untuk konsumen setelah mereka membeli produk dari perusahaan tersebut. Layanan after sales termasuk onboarding konsumen, customer service, product training, layanan garansi, pengembalian, dan penukaran produk; tentu jenis dan banyaknya yang termasuk di dalam layanan sangat bergantung pada jenis produk dan perusahaan itu sendiri. Layanan after sales memungkinkan brand untuk meningkatkan kepuasan konsumen, kesetiaan konsumen (customer loyalty), dan mendorong promosi dari mulut ke mulut.

Pada dasarnya layanan after sales ini adalah untuk mempertahankan konsumen dan menarik konsumen lama, karena menggiring konsumen baru itu cukup mahal untuk biayanya. Mengkonversi leads baru mungkin akan terasa segar dan menyenangkan, namun retensi klien itu juga sangatlah penting.

Sangat jelas bahwa mempertahankan konsumen itu akan sangat menguntungkan ― tapi bagaimana persisnya cara untuk menjaga supaya mereka datang lagi dan datang lagi untuk terus setia membeli produk atau jasa pada perusahaan Anda?

Kunci dari retensi konsumen dan lifetime value adalah layanan after sales. Dalam artikel ini akan dibahas banyak mengenai cara untuk meningkatkan retensi konsumen dengan layanan after sales dan strategi yang layak diupayakan. Yuk, baca artikel ini sampai habis, ya.

Pentingnya Layanan After Sales

Meskipun meningkatkan pengalaman pre-sales lebih menguntungkan, bisnis seharusnya memastikan excellent support untuk konsumen yang sudah membeli produk seiring dengan kesejahteraan perusahaan bergantung pada klien langganan. After sales support membantu brand untuk mengambil keuntungan.

Banyak konsumen akan pergi jika perusahaan memberikan pelayanan konsumen yang buruk. Sehingga, jika perusahaan sukses memberikan layanan after sales ke konsumen yang layak mereka dapatkan, bisnis akan meningkatkan retensi konsumen dan mendorong mereka untuk membeli lagi. Sebagai hasilnya, perusahaan bisa memperoleh konsumen repetisi.

Layanan after sales esensial untuk meningkatkan pondasi konsumen. Konsumen yang merasa senang akan merekomendasikan perusahaan Anda ke teman mereka dan mereferensikan mereka. Klien yang puas adalah aset yang paling berharga karena mereka punya lifetime value konsumen yang lebih tinggi. Membuat klien senang dengan layanan after sales memastikan leads baru dari program referral dan lebih banyak penjualan akan terjadi.

Seiring dengan pengalaman excellent post-sales berimbas pada brand image, bisnis bisa menggunakanya untuk menguntungkannya. Jika entreprener membangun sebuah brand image yang positif dengan layanan after sales, maka mereka bisa meningkatkan konversi, menstabilkan loyalitas konsumen, dan mengurangi komplain konsumen.

5 Tipe Layanan After Sales

Perusahaan bisa mengimplementasikan variasi tipe-tipe layanan after sales untuk mencapai tujuan marketing. Berikut strategi yang paling umum untuk meningkatkan kepuasan konsumen:

1. Pelatihan user

Tipe ini esensial untuk konsumen karena membantu mereka untuk mencari tahu bagaimana cara menggunakan produknya. User bisa memahami bagaimana cara kerja segala sesuatunya dengan onboarding konsumen, pelatihan, dan materi edukasi untuk konsumen. Onboarding akan memastikan promosi berjalan pada funnel dengan lancar.

2. Bantuan online

Untuk perusahaan yang terlibat dengan e-commerce khususnya harus memberikan bantuan secara online untuk membantu konsumen ketika mereka menghadapi masalah terkait produk. Klien bisa menghubungi perusahaan melalui saluran komunikasi yang bervariasi. Mereka bisa menelefon pusat bantuan, menggunakan chatbot, atau jaringan media sosial untuk mendapat bantuan.

3. Layanan garansi

Hampir setiap perusahaan menyediakan layanan garansi untuk konsumen mereka. Hal tersebut termasuk juga penggantian item atau bagian spesifik produk selama periode tertentu. Misalnya, Apple menyediakan satu tahun garansi dan 90 hari bantuan teknis untuk konsumennya.

4. Upgrade

Perusahaan seringkali upgrade software sehingga gawai bisa menjadi kompatibel dan lebih awet masanya untuk digunakan. Misalnya, pengguna Apple bisa meng-upgrade software produk untuk 4-5 tahun.

5. Penggantian gratis

Brand bisa menawarkan penggantian produk jika produk tersebut tidak bekerja dengan selayaknya. Konsumen bisa mendapat penggantian secara gratis dalam batas waktu tertentu.

Tips untuk Layanan After Sales yang efektif

Loyalitas konsumen merupakan hal dasar yang sangat penting untuk kesuksesan bisnis, sehingga esensial untuk meningkatkan loyalitas konsumen. Berikut tips untuk menaikkan loyalitas konsumen pada periode post-sales:

  • Perlu untuk memberikan promosi atau diskon-diskon bagi konsumen
  • Memberikan bantuan kepada konsumen kapanpun konsumen memintanya
  • Menanyakan kepada konsumen umpan balik dari produk yang dibeli
  • Tetap terhubung dengan konsumen, bisa dengan email marketing untuk membagikan katalog produk baru atau info-info produk lainnya.

Aktivitas After Sales yang Bisa Meningkatkan Customer Lifetime Value

Cara memperlakukan konsumen setelah melakukan pembelian merupakan hal yang krusial untuk membangun loyalitas dan kepercayaan mereka. Aksi sederhana seperti menjangkau konsumen akan berimbas baik kedepannya, jadi cobalah beberapa aktivitas dari layanan post-sale berikut untuk membuat takjub konsumen dan menunjukkan ke mereka mengapa bisnis Anda layak mendapatkan 6 dari 5 bintang.

  1. Kirimkan ucapan terima kasih yang terpersonalisasi
  2. Cross-sell dengan produk atau layanan pasangannya
  3. Sediakan materi pelatihan untuk produk
  4. Tawarkan layanan bantuan
  5. Upgrade packaging produk Anda
  6. Tanyakan feedback mengenai produk
  7. Perbaiki kesalahan dengan cepat dan bermurah hati
  8. Bangun program loyalitas
  9. Bagikan penawaran yang berfokus pada acara-acara perusahaan yang ditujukan untuk konsumen
  10. Mintalah referral

Best Practices dari Layanan After Sales

Dengan berbagai aktivitas di atas, Anda akan punya kesempatan besar untuk menghidupkan lagi usaha after sales bisnis Anda. Berikut adalah beberapa best practices untuk menguji aktivitas atau taktik baru perusahaan Anda:

  • Jadilah proaktif

Ingatlah bahwa anda sudah membuat penjualan dan membangun relasi ― jangan runtuhkan hal tersebut dengan menjadi tidak peduli lebih lanjut pada konsumen. Sekaranglah saatnya untuk menunjukkan kepedulian Anda pada konsumen. Ciptakan kesempatan untuk meminta feedback dari konsumen sebelum mereka yang duluan menghubungi terkait pertanyaan atau kekhawatiran mereka.

Cegahlah frustrasi dan buatlah kesan bagi konsumen dengan selalu jadi selangkah lebih depan. Menghubungi konsumen sebelum mereka membuat pengembalian barang atau posting ulasan buruk bisa memutus persepsi negatif tentang brand Anda. Dengan menghubungi lebih dulu, Anda bisa mengetahui isu dengan cepat dan mungkin bahkan meyakinkan mereka untuk tetap percaya pada brand Anda.

  • Berikan empati

Jika konsumen menghubungi untuk membagikan sesuatu hal yang bukanlah menjadi keinginan mereka, dengarkan dengan seksama dan berikan empati. Jangan terdengar seperti sedang membaca dari sebuah skrip, gunakan perasaan. Penting untuk menjadi autentik dan asli. Klien pasti ingin merasakan kepedulian Anda, bukan bahwa Anda dengan keseganan memalsukannya.

  • Jadilan murah hati

Ketika hal-hal berbalik tidak menguntungkan dan seorang konsumen sudah punya keluhan, jadilah cekatan dan bermurah hati dalam memperbaiki isu tersebut. Akan jadi lebih cerdas jika Anda berinvestasi dalam memperbaiki hubungan dengan klien daripada kehilangan aliran revenue selamanya dan berhadapan dengan omongan negatif.

Janga tunggu sampai sesuatu yang salah terjadi untuk menunjukkan kebaikan hati. Hal ini juga berlaku untuk mengatur program loyalitas konsumen, insentif referral, dan ucapan terima kasih. Sample gratis, diskon tambahan, atau kode kupon; semua hal tersebut menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap pengalaman klien, tidak hanya peduli dengan seberapa cepat mereka bisa memasukkan nomer kartu kredit mereka saja.

  • Sediakan kesempatan berlipat untuk feedback konsumen

Ada banyak jalan untuk orang-orang membagikan sudut pandang mereka ― positif dan negatif ― tentang produk, layanan, dan pengalaman. Jika Anda menyediakan saluran multipel untuk feedback lebih awal dan sering, Anda bisa menjangkau konsumen sebelum mereka melakukan angry-Tweet tentang produk baru Anda.

Jangan lupa kalau orang juga senang untuk membagikan pengalaman yang baik tentang produk. Buatlah jadi mudah untuk happy client Anda untuk mem-posting ulasan online dan membagikan cerita mereka di media sosial.

  • Gunakan tool yang terautomasi

Dengan bantuan software tool aplikasi dan teknologi yang bisa untuk bisnis B2B dan B2C, Anda bisa memilih apa yang tepat untuk proses post-sales yang unik dari perusahaan Anda. Software yang kuat biasanya sepaket dengan streamline layanan after sales dengan aktivitas automasi seperti mengirimkan email, meminta survei feedback, atau merayakan ulang tahun dengan penawaran spesial.

Sidig merupakan all-in-one platform untuk bisnis Anda yang dapat mengoptimalkan manajemen layanan after sales sekaligus untuk manajemen distribusi. Berbagai fitur yang dimiliki Sidig akan sangat memudahkan proses pelaksanaan program after sales tentunya. Pelajari selengkapnya dan konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan klik di sini.

Software Layanan After Sales untuk Bisnis

Software Layanan After Sales untuk Bisnis

Layanan after sales merupakan aspek yang sangat penting sama seperti sales atau penjualan itu sendiri. Meskipun tidak ada jaminan untuk perusahaan akan mendapatkan pemasukan dari layanan after sales, namun layanan after sales meningkatkan reputasi perusahaan di antara para konsumen dan di pasar.

Penting untuk mempertahankan konsumen dan juga menarik kembali konsumen yang telah pergi. Proses yang mengikuti setelah penjualan produk atau jasa terjadi merujuk pada layanan after sales. Beberapa jenis layanan after sales biasanya termasuk reparasi, pendampingan dan pengarahan, maintenance, dan lain sebagainya. Jenis layanan biasanya tergantung pada jenis produknya dan juga industrinya.

Saat ini sistem dari pemberian layanan after sales sudah sangat terbantu oleh adanya teknologi. Software layanan after sales sudah cukup lama mulai diciptakan dan saat ini sedang berkembang pesat. Software after sales ini akan sangat membantu dan mempermudah tugas-tugas yang biasanya dilakukan secara manual.

Dengan hadirnya software layanan after sales, maka tugas yang biasanya dilakukan dengan kertas dan pencatatan dengan pulpen sudah bergeser ke sistem digital yang pencatatan sudah terautomasi dengan sebuah smartphone saja. Jadi pekerjaan bisa dilakukan secara lebih efektif dan efisien tentunya.

Pengertian After Sales

Layanan after sales, dikenal juga dengan after sales support, termasuk segala layanan yang disediakan untuk konsumen setelah mereka sudah melakukan pembelian suatu produk, yang biasanya diberikan oleh perusahaan produk tersebut.

Beberapa perusahaan bahkan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menyediakan layanan after sales, sedangkan yang lainnya menangani permintaan support dan mem-follow up hal-hal yang bersifat internal. Menawarkan layanan after sales bisa menaikkan loyalitas konsumen, khususnya jika konsumen merasakan dukungan yang mereka terima punya manfaat untuk mereka.

Tujuan lain dari layanan after sales yaitu membantu konsumen mendapatkan value sebanyak mungkin di luar pembelian mereka. Sebuah perusahaan yang menjual alat-alat elektronik mungkin mengirimkan pemandu pelatihan untuk konsumen yang membeli gawai tertentu sehingga mereka bisa mempelajari bagaimana cara menggunakannya secara lebih efisien.

Bisnis penjualan perangkat biasanya menawarkan informasi garansi untuk konsumennya guna membantu mereka untuk melindungi pembelian yang mereka lakukan.

Tips untuk Memberikan Layanan After Sales

Loyalitas konsumen merupakan bagian yang esensial untuk kesuksesan setiap bisnis. Berikut tips dasar untuk mendapatkan loyalitas kustomer pada periode setelah mereka melakukan pembelian sehingga layanan after sales dapat berjalan efektif:

  • Memberikan diskon kepada konsumen
  • Memastikan pemberian support kepada konsumen secara optimal
  • Meminta feedback
  • Mengirimkan konten yang relevan seperti via email marketing

Software Layanan After Sales

Layanan after sales melibatkan banyak peralatan, proses, dan orang. Layanan after sales itu sangat kompleks. Jika bisnis Anda ingin jadi yang terdepan di industri, penting untuk mengintegrasi layanan after sales yang efektif atau software manajemen layanan after sales. Itulah alasan dibalik para pebisnis besar dengan mudah meningkatkan layanan manajemen after sales yang scalable dan fleksibel.

Di beberapa tahun terakhir, penyedia pasokan dan peralatan memastikan untuk menyediakan layanan after sales yang berkualitas tinggi. Hal tersebut membantu dalam menaikkan lifetime value klien. Ketika klien membeli sebuah produk, mereka mungkin membayar juga untuk layanan after sales seperti beberapa layanan premium atau garansi yang diperpanjang.

Layanan tersebut berlaku untuk produk-produk yang punya siklus hidup panjang. Produk-produk seperti itu sangat penting untuk operasional sehari-hari atau sangat mahal harganya di mana produk tersebut tidak bisa diperbaiki sendiri. Peralatan pendingin, turbin angin, peralatan medis, dan printer 3D adalah beberapa jenis peralatan yang mengharuskan adanya pemberian layanan after sales.

Sidig merupakan salah satu software aplikasi after sales yang direkomendasikan dengan banyak fitur yang multifungsi sehingga bisa membantu melancarkan aktivitas after sales bisnis Anda.

Cara Kerja Software Layanan After Sales

Klien yang merasa puas dan senang akan merekomendasikan lebih banyak orang sehingga dapat memberi penghasilan lebih banyak ke perusahaan. Sebuah bisnis harus menyediakan layanan after sales terbaik untuk konsumen. Sebenarnya ada solusi apik untuk menyediakan layanan after sales yang efektif yaitu dengan bantuan software manajemen layanan after sales. Tetapi, untuk memberikan layanan terbaik tentunya perusahaan harus melakukannya terpisah dari bergantung pada aplikasi.

  • Rekaman otomatis dari permintaan servis

Sistem akan menangkap permintaan servis baik secara manual maupun otomatis dengan fitur ekstra dari unggahan beberapa permintaan sekaligus. Anda juga bisa mengatur waktu untuk merespon untuk mengambil aksi cepat terhadap permintaan.

  • Program-program yang terpisah

Permintaan klien diprogram menurut kriteria terjadwal dalam aplikasi. Oleh karena itu, software manajemen layanan after sales menghemat waktu dan membantu dalam memutuskan permintaan penting yang harus dilayani. Penggantian, garansi, komplain, servis, demo, penginstalan, dan lain sebagainya adalah beberapa jenis permintaan yang biasa diajukan.

  • Mengalokasikan sumber

Sekalinya produk terkirim, penginstalan akan dilakukan ke lokasi konsumen. Terlebih, produk akan didaftarkan pada sistem manajemen layanan after sales untuk garansi dan servis. Teknisi mengkonfirmasi registrasi konsumen melalui aplikasi. Mereka juga akan membagikan perawatan dan pemeliharaan produk yang diperlukan. Sehingga, aplikasi membantu dalam pengembangan ikatan positif antara brand dan konsumen.

  • Notifikasi dan pengingat

Selama proses, sistem diprogram sedemikian rupa, yaitu mengingatkan klien secara otomatis dan mentransfer permintaan servis ke teknisi. Notifikasi mengingatkan seluruh aktivitas per waktu penjadwalan. Dengan begitu semua tugas akan terselesaikan dan tidak ada yang terlewatkan.

Keuntungan Menggunakan Software Layanan After Sales

Berikut beberapa keuntungan dari pemakaian software manajemen after sales:

  • Aplikasi bisnis berbasis mobile phone
  • Pengingat servis
  • Manajemen penjualan baru
  • Laporan revenue
  • Notifikasi aplikasi dan SMS pengingat
  • Melacak produk yang diservis atau adanya komplain
  • Melacak teknisi
  • Pemetaan lokasi produk
  • Multi-user
  • Bisa diakses kapanpun dan dimanapun
  • Laporan yang terkustomisasi
  • Feedback konsumen
  • Penjadwalan dan perencanaan dengan waktu akurat
Masalah Umum antara Principal dan Agen

Masalah Umum antara Principal dan Agen

Principal dan agen adalah dua pihak yang saling berkaitan. Mereka bekerja sama dengan simbiosis mutualisme. Artinya sama-sama saling menguntungkan. Principal membutuhkan agen untuk melakukan kontrak dengan konsumen, menghubungkan principal dengan konsumen, dan memberikan pengaruh ke penjualan.

Agen juga mendapatkan keuntungan dari penjualan dan usaha yang dia lakukan biasanya dalam bentuk komisi. Semakin besar usaha dan kontrak penjualan serta penjualan itu sendiri semakin banyak terjadi, maka komisi yang didapatkan oleh agen pun semakin besar.

Namun, tentu saja kadang hubungan antara principal dan agen tidak selalu mulus-mulus saja. Terkadang juga ada batu kerikil yang menjadi hambatan kerjasama antara keduanya. Masalah yang terjadi antara principal dan agen biasanya muncul ketika ada konflik antara keduanya, dimana biasanya terjadi ketika agen bertingkah semata-mata hanya untuk kepentingannya sendiri.

Dalam hubungan principal dan agen, principal adalah pihak yang secara legal menunjuk agen untuk membuat keputusan dan mengambil aksi untuk kepentingannya. Yuk, kita pelajari lebih dalam permasalahan principal dan agen, sehingga kedepannya bisa atur strategi dan tidak salah langkah.

Penjelasan yang Dimaksud dengan Permasalahan antara Principal dan Agen

Permasalahan principal dan agen biasa terjadi yaitu konflik antara seseorang atau grup dan perwakilan berizin yang bertindak untuk kepentingan seseorang atau grup tersebut. Seorang agen mungkin saja bertingkah laku yang berlawanan dengan kepentingan principal sehingga menimbulkan suatu permasalahan.

Masalah yang biasanya terjadi antara principal dan agen cukup bervariasi. Hal tersebut bisa terjadi di segala macam situasi terkait kepemilikan aset, atau principal mendelegasikan kontrol langsung aset-asetnya ke pihak lain atau agen.

Berikut beberapa penjelasan kunci tentang permasalahan antara principal dan agen:

  • Konflik antara principal dan agen adalah masalah yang terjadi antara pemilik aset dengan pihak yang telah diberi mandat untuk mengontrol aset tersebut.
  • Masalah bisa terjadi dalam situasi apapun, mulai dari hubungan antara klien dan pengacara hingga hubungan antara pemegang saham dan CEO.
  • Risiko bahwa agen akan bertindak tidak sesuai dengan kepentingan principal bisa dikatakan sebagai biaya agensi.
  • Menyelesaikan masalah principal-agen mungkin mengharuskan perubahan sistem reward dalam rangka mensejajarkan prioritas atau meningkatkan arus informasi, atau keduanya.

Memahami Permasalahan Principal-Agen

Masalah principal dan agen sudah menjadi faktor standar dalam ilmu politik dan ekonomi. Sebuah studi mengemukakan sebuah struktur kepemilikan yang dirancang untuk menghindari yang dinamakan biaya agensi dan akibatnya, yang diidentifikasi sebagai pemisahan kepemilikan dan kontrol. Pemisahan kontrol terjadi ketika principal mempekerjakan seorang agen.

Principal mendelegasikan sebuah tingkat kontrol dan hak untuk membuat keputusan kepada agen. Namun, principal tetap mempertahankan kepemilikan aset dan menyimpan kelemahan untuk segala bentuk kerugian.

Misalnya, seorang investor saham perusahaan, sebagai bagian dari pemilik, adalah principal yang bergantung pada CEO sebagai agennya untuk menjalankan strategi demi kepentingannya. Oleh karena itu, mereka ingin sahamnya naik harganya atau membayar dividen, atau keduanya. Jika CEO memilih untuk membajak semua profit untuk berekspansi atau membayar bonus besar ke manajer, principal mungkin merasa dirugikan oleh agen mereka.

Ada beberapa cara untuk memperbaiki masalah principal-agen dan biasanya melibatkan klarifikasi ekspektasi dan memonitor hasilnya. Principal umumnya adalah satu-satunya pihak yang bisa atau akan memperbaikinya.

Contoh Masalah Principal-Agen

Masalah antara principal dan agen bisa muncul di situasi sehari-hari sekitar dunia peruangan atau terkait finansial. Seorang klien yang mempekerjakan seorang pengacara mungkin khawatir kalau-kalau pengacaranya akan mengacau tagihan lebih dari yang seharusnya.

Seorang pemilik bangunan mungkin tidak menyetujui penggunaan uang pajak oleh pemerintah wilayah setempat. Seorang pembeli bangunan mungkin mencurigai bahwa makelarnya lebih tertarik pada komisinya daripada kepentingan pembeli.

Dari semua contoh tersebut, principal hanya punya sedikit pilihan untuk mengatasinya. Kepentingan agen adalah untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaannya.

Solusi dari Permasalahan Principal dan Agen

Ada beberapa cara untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di antara principal dan agen. Bebannya menjadi tanggung jawab principal yaitu untuk memberikan insentif kepada agen selaku pihak yang melaksanakan apa yang diinginkan oleh principal.

Misalnya saja hubungan antara pemegang saham dengan CEO. Pemegang saham bisa mengambil aksi sebelum mempekerjakan manajer untuk menyelesaikan beberapa risiko. Pertama, mereka bisa menulis kontrak manajer yang mensejajarkan insentif manajer dengan insentif pemegang saham.

Principal dapat meminta agen untuk secara teratur memberikan laporan hasil kepadanya. Dia bisa mempekerjakan tenaga kerja dari luar untuk memonitor atau auditor dari luar untuk melacak informasi. Pada skenario terburuk, mereka bisa mengganti manajer.

Klausa Kontrak

Di beberapa tahun terakhir, tren telah mengarah ke kontrak pengupahan yang menghubungkan kompensasi sedekat mungkin dengan pengukuran performa. Untuk manajer bisnis, insentif termasuk penghargaan berdasarkan performa dari saham atau pilihan saham, rencana profit-sharing, atau secara langsung menghubungkan manajemen pembayaran dengan harga saham.

Sebagai akarnya, prinsipnya sama dengan memberikan tip untuk layanan yang baik. Secara teori, pemberian tip sejajar dengan kepentingan konsumen, atau principal, dan agen, atau pelayan restoran. Prioritas mereka sekarang sejajar dan berfokus pada pemberian layanan yang baik dan optimal.Itu tadi adalah permasalahan yang biasanya terjadi antara principal dan agen beserta solusinya.

Ada banyak contoh dan juga cara mengatasi variasi permasalahan yang terjadi antara principal dan agen. Salah satu cara supaya tugas dan pekerjaan principal dan agen berjalan dengan baik dan lancar adalah menggunakan software aplikasi. Sidig merupakan sebuah solusi. Aplikasi apik ini mencakup principal dan agen sebagai ekosistemnya. Yuk, segera kunjungi https://sidig.id/ dan pelajari lebih jauh mengenai Sidig.

Stock Audit: Apa itu dan Bagaimana Prosesnya?

Stock Audit: Apa itu dan Bagaimana Prosesnya?

Setiap bisnis yang melibatkan penjualan barang fisik pasti punya pergudangan barang di suatu tempat. Kemudian barang diletakkan di rak-rak dan ruang belakang dari outlet ritel. Barang-barang bisa juga disimpan di pusat distribusi di mana mereka menerima pesanan dari supplier atau pusat logistik di mana barang-barang tersebut lalu dikirimkan ke konsumen.

Dari waktu ke waktu semua ritel harus memverifikasi bahwa barang yang mereka punya di supply chain mereka cocok dengan apa yang dibutuhkan penjualan dan catatan inventaris dan barang tersebut harus ada di sana.

Inilah yang disebut stock audit. Merupakan hal penting untuk mengidentifikasi di mana angka tidak cocok, menginvestigasi mengapa dan meriset lebih jauh proses-proses dalam supply chain. Adanya ketidaksesuaian antara stok aktual dan jumlah penjualan yang tercatat mengindikasikan bahwa masalah tersebut bisa menjadi besar jika audit tidak segera dilakukan dan berdampak pada pemenuhan transaksi dan keputusan pembelian. Itulah mengapa stock audit adalah hal yang wajib banget.

Yuk, kita bahas lebih jauh proses stock audit yang lebih spesifik dan mempelajari mengapa stock audit itu penting untuk dilakukan. Simak artikel ini sampai bawah, ya.

Apa itu Stock Audit?

Stock audit punya nama lain atau juga biasanya disebut audit inventaris. Stock Audit adalah proses verifikasi apakah barang-barang yang secara fisik tersedia di pergudangan toko cocok atau sesuai dengan hasil yang tercatat di registrasi stok.

Stock audit bisa dilaksanakan di dalam perusahaan atau via auditor dari luar yang bisa memastikan hasilnya transparansi secara maksimal. Apakah Anda sebaiknya mempekerjakan seorang profesional atau melaksanakan inventaris stok sendiri tergantung pada Anda sendiri dan disesuaikan dengan kebutuhan, kecuali audit adalah bagian dari aturan tertentu atau prosedur berlisensi.

Dalam kasus ini, spesifikasi prosedur bergantung pada legislasi negara di mana perusahaan Anda dan/atau pergudangannya terdaftar.

Mengapa Stock Audit Penting?

Setiap bisnis yang bergantung pada barang-barang fisik harus familiar dengan pengadaan audit inventaris. Stock review khususnya penting untuk operasional e-commerce karena produk-produk mereka bisa tercecer secara global lintas gudang dan fasilitas logistik yang bervariasi. Di sinilah, stock audit merupakan satu-satunya cara untuk melacak dan mengelola semua produk secara efisien.

Berikut adalah beberapa manfaat utama dari stock audit:

  • Untuk Penghitungan Keuntungan

Auditing inventaris secara langsung berkaitan dengan kalkulasi profit. Jika beberapa item perusahaan hilang atau salah letak, sama saja seolah-olah uang perusahaan juga hilang atau salah tempat. Itulah mengapa berinvestasi pada inventaris yang tepat waktu sangat dibutuhkan untuk tujuan akuntansi dan membuat pernyataan untung dan rugi.

  • Untuk Kesehatan Keuangan Bisnis

Stock audit dapat membantu meningkatkan kesehatan finansial bisnis. Dengan melakukan analisa menyeluruh dari status terkini atas barang-barang fisik perusahaan dan frekuensi pembelian konsumen, perusahaan bisa memperoleh insight tentang bagian-bagian dari inventaris yang hampir tidak terjual ataupun underperform.

  • Mencegah Tindak Kecurangan dan Pencurian

Manajemen inventaris membantu perusahaan mencegah atau mengidentifikasi kecurangan dan/atau pencurian. Jika stock audit mengungkapkan ketidaksesuaian antara barang-barang yang tercatat dan ekuivalen fisiknya, hal tersebut bisa saja merupakan hasil dari aspek yang kurang menguntungkan dari penyimpanan inventaris.

Dengan begitu, stock audit bisa jadi adalah salah satu prosedur terpenting dalam bisnis seiring dengan hasilnya yang mewakili status finansial terkini dari perusahaan. Yang terpenting adalah stock audit yang menyeluruh bisa membantu perusahaan mengatasi isu yang ada dan mencegah masalah yang mungkin terjadi di masa depan.

Proses Stock Audit

Bisa dikatakan tidak ada standar yang mengatur pelaksanaan audit dan detailnya pun akan bervariasi dari satu operasi ke operasi lainnya. Ada beberapa tahap dan aktivitas yang biasa dilakukan saat proses audit:

1. Memprediksi demand dan penyetokan barang

Hal terburuk yang bisa terjadi selama proses audit inventaris adalah kehabisan stok. Perusahaan pasti tidak menginginkan seluruh aktivitas operasional tertunda sementara melakukan proses audit. Ini tidak selalu bisa dan beberapa operasional kecil bisa jadi harus berhenti untuk seharian. Namun, hal ini bisa menjadi langkah yang berisiko. Itulah mengapa penting untuk menggali lebih dalam data yang dimiliki untuk mengantisipasi demand di masa mendatang sebelum mengaudit.

2. Menghitung barang-barang fisik

Ada beberapa pendekatan dan metodologi yang berbeda-beda. Contohnya, perusahaan bisa melakukannya untuk mengaudit item satu persatu dan mencatat setiap hal yang ditemukan di rak pergudangan. Untuk membuat prosesnya lebih mudah, perusahaan bisa melakukan cut-off analysis di mana perusahaan menunda seluruh aktivitas bisnis selama proses audit, tapi akan ada beberapa kendala tentunya.

Sehingga, daripada seperti itu, perusahaan bisa mencoba melakukan penghitungan siklus di mana tidak mengharuskan Anda untuk menghitung seluruh stok sekali waktu. Dengan menghitung siklus, perusahaan bisa memilih tipe produk spesifik yang ingin diaudit selama kurun waktu tertentu. Hal ini mungkin akan punya konsekuensi jadi kurang akurat daripada penghitungan fisik secara komplit, tetapi gangguan pada operasional lebih sedikit.

Alternatif lainnya yaitu perusahaan bisa melakukan spot check audit di mana perusahaan hanya memverifikasi satu atau dua produk saja dengan tujuan untuk mengidentifikasi jika ada masalah tertentu dengan pencatatannya. Jika ketidaksesuaian tidak ditemukan, perusahaan bisa menyimpulkan bahwa sumber-sumber sudah ter-update dan stok lengkap.

Cara penghitungan barang bukan hanya terbatas tiga itu tadi, namun cara-cara di atas adalah metode yang paling umum.

3. Double-check hasil

Melakukan segalanya dua kali mungkin tampak seperti akan membuat kewalahan, namun double check dalam in-stock auditing adalah wajib hukumnya. Faktor human error cukup berperan dalam hal ini dan skala pekerjaan bisa jadi seringkali terlalu berlebihan untuk dipercayakan pada satu sumber saja. Itulah mengapa penting untuk cross-check hasilnya.

Perusahaan bisa melakukan mix and match teknik audit, menggunakan kode UPC atau QR untuk setiap item supaya proses lebih terdigitalisasi agar lebih mudah mengerjakan kedepannya, mempekerjakan tenaga khusus ― lagi-lagi, ada banyak sekali opsi yang bisa dipilih, yang penting pastikan penghitungan akhirnya seakurat mungkin.

4. Membandingkan hasil dengan catatan finansial

Setelah menghitung semua produk fisik yang dimiliki, maka saatnya untuk membandingkan hasilnya dengan catatan penjualan. Adanya ketidaksesuaian atau ketidakcocokan mensinyalkan untuk mulai memisahkan tugas dari pelacakan sumber masalah.

Tantangan dan Solusi dalam Audit Inventaris

Berikut beberapa masalah yang umum terjadi saat audit inventaris:

  • Manajemen stok cukup time-consuming

Aktivitas ini mensyaratkan banyak perhatian untuk detail dan tenaga kerja. Sebaiknya jadwalkan auditing dan atur waktu pastinya. Tergantung dari ukuran operasional bisnis, prosedurnya bisa memakan waktu antara beberapa hari sampai beberapa minggu.

  • Tidak ada tinjauan inventaris yang real-time

Hal ini menyebabkan kebutuhan untuk melakukan verifikasi stok perlu dilakukan secara berkala. Jika melakukannya setiap minggu atau setiap bulan pasti akan sangat melelahkan, jadi pastikan saja bahwa jumlah item fisik cocok dengan dokumentasi penjualan paling tidak minimal dua kali setahun sehingga menghindarkan dari beberapa masalah serius.

  • Prosedur audit tidak bisa diautomasi

Peran software khusus tentu akan sangat membantu dan merupakan sebuah solusi.

  • Audit inventaris sering menghentikan operasional lainnya

Berhentinya opersional tertentu bisa menunda pengiriman barang yang menimbulkan ketidaknyamanan. Cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menjadwalkan auditing, riset pasar tepat waktu, dan juga memprediksi demand.

Software aplikasi yang direkomendasikan untuk membantu proses audit yaitu Sidig. Aplikasi all-in-one Sidig mempunyai fitur-fitur seperti pelacakan produk, generate QR code, statistik penjualan, product allocation, dan masih banyak lagi; yang sangat mendukung untuk mempermudah proses stock audit. Pelajari selengkapnya dengan klik di sini.

Aplikasi Sales dan Distribusi

Aplikasi Sales dan Distribusi

Sales dan distribusi merupakan dua bagian penting dari aktivitas supply chain. Distribusi adalah salah satu proses yang sangat menentukan terjadinya sales, sehingga penting untuk dilaksanakan dengan sebuah strategi sehingga prosesnya berjalan lancar. Sales merupakan pihak yang punya peran utama terjadinya penjualan produk atau jasa bisnis perusahaan Anda kepada konsumen.

Sekarang sudah ada banyak sekali aplikasi yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak dari anggota rangkaian supply chain mulai dari supplier hingga ritel. Pemanfaatan teknologi ini tentunya sangat membantu kemudahan dan kelancaran setiap prosesnya. Aplikasi merupakan sebuah tool yang memungkinkan untuk segala prosesnya terkomputerisasi dan terautomasi sehingga jadi lebih praktis, efektif, dan efisien.

Saat ini, di mana teknologi sedang berkembang pesat, aplikasi sales dan distribusi tentu sudah banyak keberadaannya. Setiap aplikasi sales dan distribusi pasti punya fitur-fitur yang mendukung prosesnya, tinggal disesuaikan saja variasinya dengan kebutuhan bisnis Anda.

Manajemen Sales dan Distribusi

Pada model tradisional, memonitor sales merupakan tugas yang sangat rumit di mana kita butuh untuk melacak total inflow dan outflow dari produk perusahaan pada setiap levelnya. Untuk mengelola tugas-tugas yang kompleks ini, pasti dibutuhkan sebuah tool yang mumpuni daripada sebuah pendekatan tradisional.

Pendekatan sempurna yang aman untuk sales dan distribusi yaitu dengan sistem dari aplikasi sales dan distribusi seperti Sidig. Di dunia yang serba ada di mana semuanya bisa dibeli atau dijual, kompetisi utamanya terganjal pada pasar di mana adanya tantangan untuk menemukan cara terbaik untuk menjual dan cara terbaik untuk mendekati konsumen.

Kita semua paham tentang cara tradisional dari pola penjualan primer dan sekunder. Untuk manajemen sales dan distribusi, kita butuh manajemen inventaris yang efisien untuk melacak total inflow dan outflow produk pada setiap tingkatannya.

Dengan begitu, Anda bisa meningkatkan automasi dari proses distribusi downstream bersamaan dengan keseluruhan saluran penjualan dan mengurangi kendala komunikasi pada semua levelnya. Perusahaan pasti ingin mencapai bisnis dengan maksimal namun memang kadang ada saja rintangan yang menghadang di tengah jalan.

Tantangan dalam Sales dan Distribusi

Dalam perjalanannya, sales dan distribusi tidak luput dari permasalahan dan kendala. Ada tantangan-tantangan tersendiri yang harus dihadapi oleh pihak distributor dan juga sales. Berikut adalah tantangan yang biasanya ditemui oleh bagian distribusi dan sales:

  • Cara mengelola stok di level sekunder
  • Cara mengelola portal pemroses supply chain
  • Manajemen level sekunder dari mata rantai bisnis
  • Cara meningkatkan hubungan dengan distributor dan dealer Anda
  • Kemungkinan untuk melacak dan meningkatkan sales sekunder

Bagaimana Sidig Membantu Menghadapi Tantangan Sales dan Distribusi

Ada sebuah aplikasi yang sangat fungsional untuk menjalankan proses distribusi dan sekaligus juga sales dalam melacak lokasi barang, melacak ketersediaan barang, peta penyebaran barang, dan khususnya untuk pemberian layanan after sales. Berikut bagaimana Sidig bekerja untuk membantu perusahaan dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada:

  • Mengelola alur stok dengan cara efisien, untuk menyediakan pemberitahuan awal pada ketersediaan barang
  • Mengelola seluruh lintasan mata rantai secara efektif dari dealer dan distributor
  • Menyediakan visibilitas real-time dan transparansi dari stok primer dan sekunder
  • Menyediakan banyak fitur yang bisa digunakan sebagai business intelligence tool untuk meningkatkan transaksi yang akan datang di sales & marketing

Sidig untuk Manajemen Sales dan Distribusi

Penjajahan modern dalam rangka membuat segala prosesnya sistematis sudah sangat membantu dalam dua hal yaitu: menciptakan kemudi yang dikembangkan dengan sistem CRM untuk meningkatkan kapasitas sales. Sidig menjadi tool yang sangat mutlak keberadaannya untuk kepentingan distribusi dan sales. Ada beberapa langkah dalam proses sales-distibusi dan banyak sekali cara untuk melakukan pendekatannya:

  • Punya tujuan utama menjual sebuah produk atau jasa, diluar apa yang seseorang butuhkan hingga memutuskan siapa yang mungkin membutuhkannya, dan benar-benar paham permintaan target audiens. Menemukan jangkauan yang luas dari klien potensial yang tertarik.  Mungkin sedikit lambat tetapi kemudian pasti akan melangkah ke tahap berikutnya yaitu membagi mereka ke sub kategori untuk menentukan pendekatan personal dan memancing mereka dengan produk khusus.
  • Informasi mengenai kustomer merupakan hal yang sangat esensial dan penting, sehingga siapapun yang mempunyai informasi terkait hal yang dibutuhkan tersebut akan mempunyai customer loyalty. Pendekatan konsumen yang terpersonalisasi telah terbukti menjadi cara yang paling produktif untuk memastikan pembelian berulang dari konsumen. Dalam rangka menjadi lebih dekat dengan konsumen, Anda harus mengumpulkan informasi tentang kebutuhan mereka dan apa interest mereka yang mungkin dilakukan dengan sistem aplikasi Sidig.
  • Penting juga, lho, untuk menghubungi konsumen di waktu yang tepat dengan informasi yang tepat, menawarkan produk yang adalah kebutuhan atau interest mereka. Automasikan proses dengan Sidig dan biarkan karyawan Anda dengan bebas untuk secara personal menghubungi konsumen dengan prospek khusus.

Retensi Konsumen

Sidig membantu perusahaan Anda untuk mempertahankan konsumen lama dan juga konsumen yang mungkin telah meninggalkan layanan Anda. Hal ini dapat menjadi sebuah bagian dari langkah strategik dari proses perencanaan sales dan marketing dari perusahaan apapun.

Penting untuk menjabarkan retensi konsumen dan juga untuk memahami bagaimana cara mengukurnya. Sidig hadir dengan fungsi luasnya untuk memberikan layanan after sales bagi konsumen sehingga dengan pemberian layanan after sales, loyalitas konsumen pun juga akan meningkat tentunya.

Sidig memfasilitasi seluruh ekosistem dalam lifecycle distribusi produk dari hulu ke hilir dan layanan after sales untuk pelanggan. Dengan berbagai fitur seperti statistik penjualan, statistik garansi, warranty validation, dan masih banyak lagi; Sidig tentu akan melancarkan segala proses bagian sales dan distribusi. Pelajari selengkapnya di https://sidig.id/

Kenali Perbedaan Agen dan Distributor

Kenali Perbedaan Agen dan Distributor

Agen dan distributor merupakan dua pelaku dalam supply chain yang sangat krusial untuk kelancaran bisnis perusahaan Anda. Mungkin, beberapa di antara kalian masih ada yang mengira bahwa agen dan distributor adalah dua hal yang sama. Bahkan terkadang Anda bisa menemui tulisan ‘agen distributor’ suatu produk tertentu. Kenyataannya, agen dan distributor adalah dua hal yang berbeda. Yuk, kenali lebih jauh supaya tidak salah lagi.

Jika Anda sedang memulai, merintis, atau scaling up bisnis Anda (khususnya di pasar atau area yang baru), Anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk melakukan hal pertama yaitu menunjuk sebuah agen atau distributor untuk mempromosikan atau menjual produk atau jasa yang ditawarkan bisnis Anda dalam rangka mendapatkan jalur untuk masuk ke pasar, menaikkan penjualan, atau mendapat pengakuan dari masyarakat terkait brand Anda.

Kemudian untuk pilihan agen dan distribusi, Anda bisa mempertimbangkan beberapa opsi seperti usaha patungan (joint venture), franchise sebagai channel Anda, atau penjualan langsung dan pemanfaatan sarana penjualan online.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai perbedaan agen dan distributor lebih jauh. Karena agen dan distributor memegang peranan penting untuk kesuksesan penjualan produk dan jasa perusahaan Anda, maka penting untuk memahami perbedaannya supaya tidak salah strategi.

Tentang Agen

Agen adalah sebuah perantara yang ditunjuk untuk negosiasi dan jika diharuskan, membuat kontrak dengan konsumen untuk kepentingan Anda sehingga Anda mempunyai kontrak dengan konsumen. Agen menerima komisi dari penjualan yang mereka lakukan, biasanya menggunakan itungan persen. Untuk arti yang lebih luas lagi, satu pihak (principal), menunjuk pihak lain (agen) untuk mengenalkan konsumen ke principal dan/atau untuk membuat penjualan langsung mewakili principal.

Untuk melakukannya, agen diberi kewenangan untuk negosiasi sampai urusan kontrak mewakili principal dengan menerima komisi penjualan dan juga usaha agen. Urusan legal kepemilikan dari produk tidak diberikan ke agen, sehingga setiap kontrak konsumen adalah dengan principal, bukan dengan agen. Oleh karena itu, principal mengasumsikan risiko legal dan komersial sedangkan agen normalnya tidak.

Tentang Distributor

Distributor pada dasarnya adalah kontraktor mandiri. Dalam persetujuan distributor, Anda menjual produk atau jasa Anda ke distributor, yang kemudian akan menjualnya ke konsumen mereka; menambahkan margin untuk menutup biaya distributor sendiri dan mendapat profit. Distributor mempunyai kontrak dengan konsumen.

Distributor bisa dibilang adalah pembeli dari produknya supplier yang lalu dijual ke konsumen akhir. Kepemilikan legal dari produk diberikan kepada distributor, bukan lagi supplier, dan mempunyai hubungan terikat kontrak dengan para konsumennya.

Agen vs Distributor

Sebenarnya, agen maupun distributor memiliki tujuan komesial yang sama yaitu menjual produk atau jasa dari supplier/principal ke konsumen. Namun, struktur dan efek legalnya lah yang membedakan mereka. Berikut perbedaan dari agen dan distributor menurut beberapa variabel:

VariableAgenDistributor
Produk atau JasaProduk/JasaProduk
Menjual untuk Siapa?PrincipalDistributor Sendiri
PembayaranKomisiProfit Penjualan
Hubungan Kontraktual dengan konsumenPrincipalDistributor
Tanggung jawab pemberian harga dan persyaratanPrincipalDistributor
Risiko produk tidak terjualPrincipalDistributor

Kapan Perlu Menggunakan Agen atau Distributor?

Anda mungkin akan lebih memilih untuk menggunakan agen ketika Anda ingin atau membutuhkan untuk:

  • Mempertahankan kontrol channel terhadap pasar dan hubungan konsumen sebagai prinsip untuk mempertahankan kontrol hubungan kontraktual dengan konsumen dan mungkin jadi bisa punya hubungan dengan konsumen secara langsung untuk layanan after sales
  • Lebih menghemat biaya ― komisi agen mungkin lebih kecil daripada besaran diskon yang harus diberikan kepada distributor
  • Membuat produk terjual lebih ― seorang agen yang mendapatkan komisi atas penjualannya mungkin akan lebih termotivasi untuk menjual produk sampai laku daripada distributor

Namun penting diingat bahwa cukup sulit untuk mengontrol aktivitas agen dari hari ke hari dan untuk memastikan bahwa mereka tetap bekerja untuk kepentingan Anda. Agen punya kemungkinan untuk menyulitkan principal dan menyebabkan utang piutang bagi principal. Dan juga pada terminasi perjanjian, agen bisa diberi hak kompensasi bahkan ketika mereka melanggar perjanjian.

Kemudian Anda mungkin akan lebih memilih distributor ketika Anda ingin atau membutuhkan untuk:

  • Memitigasi biaya dan risiko dari memperluas bisnis seperti membuat produk baru atau memperluas teritori
  • Menggunakan nama distributor dan/atau pengalamannya (produk/dukungan atau pasar/teritori) sebagai faktor positif dalam penjualan
  • Untuk menghindari administrasi dari banyaknya hubungan konsumen untuk produk atau pasar tertentu, dan hanya punya satu hubungan saja yaitu dengan distributor

Tetapi, perlu dicatat bahwa supplier akan punya kontrol yang sangat terbatas terhadap aktivitas distributor daripada terhadap agen dan hampir tidak mungkin mempunyai hubungan langsung dengan konsumen akhir.

Keuntungan Menggunakan Agen dan Distributor

Berikut beberapa keuntungan dari masing-masing, menggunakan agen dan menggunakan distributor:

Agen

  • Punya kontrol yang baik
  • Bisa memberi batasan kebebasan agen untuk memilih konsumen
  • Mempertahankan kontak langsung dengan konsumen
  • Punya kontrol marketing
  • Menghindari risiko finansial kehilangan stok

Distributor

  • Produk pasti terjual (ke distributor)
  • Tidak perlu memantau aktivitas distributor dari hari ke hari
  • Tidak ada tanggung jawab biaya premis ritel yang mahal untuk mengakses pasar konsumen
  • Tidak ikut mengurusi perihal pergudangan dan pengiriman barang

Itu tadi adalah pembahasan seputar perbedaan antara agen dan distributor. Kalau untuk solusi urusan distribusi barang bisnis Anda, Sidig hadir sebagai jawabannya. Sidig merupakan all-in-one platform untuk bisnis Anda guna memaksimalkan manajemen distribusi dan layanan after sales produk Anda.

Merupakan salah satu software manajemen distribusi dan pelacakan barang terbaik, Sidig mempunyai fitur-fitur seperti dashboard monitoring dan tracking data distribusi produk, generate QR code, purchasing data, invoicing, dan masih banyak lagi; yang akan menunjang kelancaran proses distribusi bisnis Anda.

WeCreativez WhatsApp Support
Kontak kami melalui Whatsapp
👋 Halo,ada yang bisa kami bantu?