Preventive Maintenance untuk Menjaga Aset Perusahaan

Preventive Maintenance untuk Menjaga Aset Perusahaan

Setiap aset dan peralatan perusahaan perlu dijaga dan dipelihara supaya terjaga fungsi baiknya. Pemeliharaan aset dan peralatan dapat membantu lancarnya jalannya bisnis sebuah perusahaan. Preventive maintenance merupakan sebuah strategi perusahaan untuk mengusahakan pengelolaan aset dan peralatan kerja.

Preventive maintenance adalah pemeliharaan dan pengecekan rutin dan teratur peralatan dan aset untuk menjaga mereka tetap optimal kinerjanya dan menghindari downtime secara mendadak dari kegagalan fungsi peralatan. Sebelum terjadi masalah, perlu dirancang strategi pemeliharaan yang matang untuk merencanakan dan melaksanakan pemeliharaan peralatan.

Preventive maintenance yang baik juga melibatkan pencatatan riwayat inspeksi dan servis peralatan. Di era teknolgi yang berkembang pesat ini, hadirnya software maintenance akan sangat membantu dan mempermudah proses preventive maintenance.

Apa itu Preventive Maintenance?

Preventive maintenance dapat diartikan sebagai pemeliharaan pencegahan, yaitu pemeliharaan aset fisik dan peralatan kerja yang dilakukan secara rutin dan teratur untuk mengurangi risiko kegagalan fungsi alat dan mesin downtime yang tak terencana. Jika mesin downtime, biayanya akan menjadi sangat mahal untuk pemeliharaan dan pengelolaan fasilitasnya.

Preventive maintenance melibatkan aksi menjalankan aktivitas pemeliharaan yang terjadwal secara teratur untuk membantu mencegah kegagalan alat yang tak terduga di masa mendatang. Sederhananya, preventive maintenance adalah mencegah kerusakan sebelum alat benar-benar rusak.

Preventive maintenance yang efektif adalah yang terencana dan terjadwal berdasarkan insight data yang real-time, seringkali dipantau menggunakan sebuah software CMMS. Hal tersebut dilakukan ketika peralatan masih bekerja atau bisa digunakan untuk mencegah kerusakan tak terduga. Strategi preventive maintenance biasanya menggunakan pendekatan antara pemeliharaan reaktif dan pemeliharaan prediktif.

Mengapa Preventive Maintenance itu Penting?

Penting untuk melakukan preventive maintenance karena hal tersebut merupakan pondasi pengelolaan fasilitas yang sukses. Preventive maintenance menjaga peralatan dan aset bekerja secara efisien, memelihara keamanan untuk karyawan dengan level tinggi, dan membantu menghindari perbaikan besar dan mahal. Secara keseluruhan, program preventive maintenance yang berfungsi secara tepat dapat memastikan gangguan operasional dapat terminimalisir dengan baik.

Cara Kerja Preventive Maintenance

Melalui pembelajaran mesin, data analitik operasional dan monitor kesehatan aset yang terprediksi; teknisi dapat mengoptimalkan pemeliharaan dan mengurangi risiko reliabilitas untuk mengoperasikan bisnis. Software yang didesain khusus untuk mendukung preventive maintenance dapat membantu menghasilkan operasional yang stabil, memastikan kesesuaian dengan garansi dan mengatasi isu yang berdampak pada produksi ― sebelum isu kerusakan terjadi.

Keuntungan dari Preventive Maintenance

Mulailah untuk mendapatkan utilitas yang maksimal dari aset Anda sehingga mampu menghemat biaya dengan menggunakan strategi preventive maintenance. Dengan begitu, maka Anda juga akan memetik manfaatnya seperti bisnis perusahaan berjalan dengan lebih baik dan operasi perusahaan yang selalu siap siaga. Berikut beberapa manfaat dari aktivitas preventive maintenance peralatan dan aset perusahaan:

1. Umur Aset Lebih Lama

Pemeliharaan dan inspeksi yang terjadwal dan dilakukan secara sistematis dapat memastikan aset mencapai siklus hidup yang penuh dan garansi akan terus terbarui.

2. Mengurangi Biaya Pemeliharaan

Penting untuk mengelola pemeliharaan yang terencana dan tidak terencana, inventaris, dan biaya onderdil. Insight yang lebih baik terhadap operasional dan aset dapat membantu mengurangi biaya pemeliharaan secara signifikan.

3. Meningkatkan Produktivitas

Daya kerja yang terorganisir dengan baik adalah kinerja yang lebih produktif. Memperbaiki penjadwalan, mengelola vendor, dan membuat laporan kerja dan finansial dapat mendukung proses preventive maintenance sehingga kesehatan alat dan aset lebih terjaga. Dengan begitu, kinerja karyawan pun lebih produktif karena kerusakan alat kerja terminimalisir dengan baik.

4. Mengurangi Downtime yang Tiba-tiba

Mengidentifikasi perbaikan secara dini dalam siklus hidup aset untuk operasi yang selalu siap siaga dapat meminimalisir downtime dan mengoptimasi produksi.

Tipe-tipe Preventive Maintenance

Ada tiga tipe utama preventive maintenance: pemicunya berdasarkan waktu, penggunaan, dan kondisi. Variasi dari tiga tipe tersebut secara ideal harusnya dijadwalkan dan dilaksanakan pada semua jenis peralatan untuk mencegah kegagalan tak terduga. Manufaktur sering memberikan rekomendasi tentang bagaimana cara terbaik untuk memelihara peralatan.

Seiring dengan insight data secara real-time, tim pemeliharaan perusahaan bisa menjadwalkan preventive maintenance dengan menggunakan tipe preventive maintenance yang tepat. Berikut adalah tiga tipe utama preventive maintenance yang dijelaskan secara detail beserta contohnya:

1. Preventive Maintenance Berdasarkan Waktu

Pendekatan berdasarkan waktu penjadwalan preventive maintenance menggunakan sebuah rangkaian interval waktu seperti setiap 10 hari dan sebagainya. Contohnya yaitu termasuk memulai preventive maintenance (seperti inspeksi darurat teratur) pada hari pertama setiap bulannya atau sekali dalam tiga bulan.

2. Preventive Maintenance Berdasarkan Penggunaan

Preventive maintenance berdasarkan penggunaan memulai aksi pemeliharaan ketika penggunaan aset mencapai benchmark tertentu. Ini bisa termasuk juga setelah angka kilometer, jam, atau siklus produksi tertentu. Contorh dari tipe ini yaitu pemeliharaan rutin yang terjadwal pada sebuah kendaraan bermotor setiap 10.000 km.

3. Preventive Maintenance Berdasarkan Kondisi

Pemeliharaan berdasarkan kondisi adalah sebuah bentuk pemeliharaan proaktif. Tipe ini adalah strategi pemeliharaan yang memonitor kondisi sebenarnya dari sebuah aset untuk menentukan apa tugas pemeliharaan yang dibutuhkan untuk dilakukan. Pemeliharaan berdasarkan kondisi menandakan bahwa pemeliharaan seharusnya dilakukan ketika indikator tertentu menunjukkan tanda-tanda penurunan performa atau kegagalan fungsi yang kiranya akan terjadi.

Contohnya yaitu preventive maintenance akan dijadwalkan ketika vibrasi pada komponen tertentu mencapai ambang batas tertentu dan mengindikasikan bahwa komponen tersebut seharusnya diganti atau dilumasi.

Contoh Preventive Maintenance

Persyaratan preventive maintenance berbeda-beda bergantung pada peralatan yang akan di-maintenance. Contoh tugas pemeliharaan yaitu termasuk pembersihan, pelumasan, penggantian, atau perbaikan sebuah komponen, atau bahkan sebagian atau reparasi menyeluruh.

Contoh yang lebih terlihat dari preventive maintenance termasuk memastikan garis produksi peralatan bekerja secara efisien, elemen ventilasi atau air conditioning diperiksa, dibersihkan, dan diperbaharui.

Bagaimanapun, area-area bisnis lainnya juga mensyaratkan pemeliharaan teratur. Pasokan air butuh untuk disterilisasi, sistem elektrik harus aman dan sesuai dengan legislasi. Kemudian pintu, pencahayaan, dan flooring juga butuh dicek dan dipastikan bahwa mereka semua berfungsi dengan benar dan tidak punya potensi membahayakan.

Software untuk Membantu Proses Preventive Maintenance

Software preventive maintenance memungkinkan Anda untuk menjadwalkan pemeliharaan, mengirimkan peringatan ke orang yang tepat ketika waktunya pemeliharaan tiba, dan meningkatkan akses ke sumber dan alokasi yang membuat rencana tindakan pemeliharaan berjalan lebih cepat dan lebih efektif. Sehingga, Anda bisa membuat proses lebih efisien dan membantu preventive maintenance berjalan dengan optimal.

Fitur-fitur yang terdapat pada software preventive maintenance yaitu seperti fitur penjadwalan maintenance and repair, fitur pengingat untuk waktu jatuh tempo, dan akses ke sumber data informasi. Beberapa software preventive maintenance yang bisa Anda gunakan yaitu Fiix, DPSI, Limble CMMS, MaintainX, Upkeep, Mapcon, dll.

Kesimpulan

Perusahaan perlu merancang strategi preventive maintenance untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait peralatan kerja dan aset perusahaan. Supaya segala peralatan kerja dapat optimal fungsinya, perlu dilakukan pengecekan dan pemeliharan secara rutin dan teratur sehingga jika ada permasalahan pada alat dapat segera dicegah sebelum benar-benar rusak.

Seperti yang kita tahu bahwa semakin rusak sebuah alat, maka biaya perbaikan akan semakin mahal. Di sinilah peran preventive maintenance dibutuhkan, yaitu meminimalisir biaya-biaya tak terduga.

Dengan terjaganya peralatan kerja dan aset perusahaan, maka kinerja karyawan pun menjadi semakin produktif. Permasalahan alat seperti mesin downtime sangat bisa untuk dicegah jika dilakukan pemeliharaan secara rutin dan teratur dengan tindakan yang sistematis.

Menghitung Nilai Depresiasi Produk dengan Garansi Digital

Menghitung Nilai Depresiasi Produk dengan Garansi Digital

Dalam akuntansi, ada satu istilah yang sering digunakan yaitu depresiasi. Depresiasi merupakan hal krusial dalam penghitungan nilai aset, khususnya aset tetap suatu perusahaan.

Dalam pembukuan perusahaan terdapat banyak rincian biaya operasional perusahaan, salah satu diantaranya adalah depresiasi. Depresiasi menjadi komponen yang sangat berpengaruh dalam laporan keuangan perusahaan, khususnya ketika tutup buku yang biasanya dilakukan di akhir tahun.

Menghitung nilai depresiasi produk menjadi hal wajib dilakukan dalam menjalankan bisnis. Kegiatan menghitung nilai depresiasi produk dimaksudkan untuk mengetahui biaya penyusutan aset tetap perusahaan; misalnya gedung, mesin, kendaraan, dll. Ada rumus khusus yang digunakan untuk menghitung nilai depresiasi produk yang akan kita bahas lebih lanjut dalam artikel ini. Simak sampai habis, ya.

Apa itu Nilai Depresiasi Produk?

Nilai depresiasi yaitu penurunan nilai aset tetap yang disebabkan oleh usia atau durasi pemakaian. Istilah depresiasi merujuk pada sebuah metode akuntansi untuk mengalokasikan biaya aset fisik atau aset berwujud untuk menyokong keberlangsungannya.

Nilai depresiasi menandai seberapa banyak nilai aset yang telah digunakan. Hal itu dapat membantu perusahaan untuk menghasilkan revenue dari aset yang mereka miliki dengan membayar biaya depresiasi selama periode waktu tertentu.

Mengapa Perlu Memperhatikan Nilai Depresiasi?

Jika Anda memiliki aset yang mahal, depresiasi adalah kunci dari akuntansi bisnis Anda dan perhitungan pajaknya. Depresiasi sering disalahartikan sebagai sebuah istilah untuk menjelaskan tentang kehilangan nilai atau sebagai perhitungan pajak. Lebih dari itu, depresiasi adalah sebuah bagian penting dari pelaporan pajak bisnis Anda, sebuah konsep yang kompleks.

Ketika perusahaan melakukan depresiasi aset, mereka dapat merencanakan seberapa banyak nilai atau jumlah uang yang dikurangi setiap tahunnya, memberikan kontrol lebih terhadap finansial perusahaan Anda.

Jika tidak dilakukan perhitungan depresiasi aset pada sebuah perusahaan, biaya yang dikeluarkan untuk pajak bisa jadi lebih besar daripada yang semestinya karena kemungkinan besar laba yang tertulis lebih besar daripada yang ada.

Selain masalah perpajakan, pentingnya menghitung nilai depresiasi yaitu menghindarkan dari nilai bisnis yang tidak tepat. Pembukuan yang tidak akurat menjadi tidak merepresentasikan keadaan sesungguhnya sebuah bisnis. Kemudian penghitungan depresiasi juga membantu untuk mengetahui masa pakai aset sebuah perusahaan secara tepat. Perusahaan menjadi tahu kapan harus mengganti aset-aset sehingga akan memaksimalkan masa pakainya.

Bagaimana Menghitung Nilai Depresiasi Produk?

Terdapat beberapa cara atau metode yang bisa digunakan untuk menghitung depresiasi aset bisnis Anda. Berikut cara-caranya:

1. Straight-line method

Disebut juga dengan metode garis lurus. Metode ini sangat umum digunakan di berbagai sektor bisnis, namun kekurangannya adalah metode ini sebenarnya dianggap kurang akurat.

Depresiasi produk Straight-line method

Rumusnya adalah harga pendapatan dikurangi nilai sisa atau residu dulu kemudian hasilnya dibagi usia ekonomis. Dengan metode ini, biasanya catatan aset yang digunakan setiap tahunnya adalah sama.

2. Double-declining balance depreciation

Adalah metode saldo menurun ganda, melibatkan residu dan dipakai pada periode awal. Rumusnya adalah harga pendapatan dibagi usia ekonomis lalu dikalikan dua.

depresiasi produk Double-declining balance depreciation

Dengan perhitungan tersebut, kurs bisa tetap stabil namun nilai uang akan berkurang karena kurs akan dikalikan basis yang diturunkan lebih kecil daripada setiap periodenya.

3. Sum of the years’ digit depreciation

Metode jumlah angka tahun ini mirip dengan metode saldo menurun ganda dan banyak digunakan untuk menghitung depresiasi mesin-mesin produksi. Mesin biasanya mampu bekerja maksimal di awal namun cenderung berkurang performanya menjelang masa akhir penggunaannya.

depresiasi produk Sum of the years’ digit depreciation

Rumus untuk metode ini yaitu usia ekonomis dikalikan biaya perolehan aset yang dikurangi nilai residu kemudian dibagi jumlah angka tahun.

4. Units of production depreciation

Metode skema unit produksi ini menjadi metode yang paling rinci. Cara ini mewajibkan penggunaan satuan waktu dan berat dengan rumus harga pendapatan dikurangi nilai residu kemudian dikalikan penggunaan aset yang dibagi perkiraan masa manfaat.

depresiasi produk Units of production depreciation

Efisiensi Perhitungan Nilai Produk dengan Aplikasi

Dengan berbagai metode yang melibatkan beragam cara dan rumus perhitungan, penggunaan aplikasi akan lebih memudahkan prosesnya. Dengan sistem automasi, Anda hanya perlu memasukkan variable-variabel ke dalam perhitungan berbasis aplikasi.

Anda tidak perlu menghitung dengan cara menulis dan mencari tahu rumusnya. Aplikasi sudah memberikan pilihan metode. Pilih metode sesuai kepentingan dan kebutuhan perhitungan yang Anda inginkan untuk aset perusahaan.

Solusi dengan Garansi Digital

Kemudahan proses penghitungan depresiasi aset perusahaan Anda tentu dapat membantu menata finansial perusahaan Anda sehingga kondisi riil dari perusahaan Anda juga menjadi terbaca. Dengan proses yang efektif dan efisien, perusahaan juga dapat berfokus pada proses-proses bisnis lainnya.

Penggunaan aplikasi bisnis menjadi solusi untuk berbagai permasalahan proses bisnis Anda, membuat jalannya bisnis menjadi lebih efektif dan efisien. Anda bisa memakai software bisnis dan aplikasi garansi digital seperti Sleekr by Mekari, Majoo.id, Sidig, dan berbagai macam aplikasi bisnis lainnya. Sistem aplikasi yang terintegrasi tentu memudahkan untuk melakukan banyak aktivitas menggunakan satu platform yang tersentralisasi. Kerja menjadi efektif dan efisien bukan? Dapatkan informasi lengkap tentang Sidig di laman resminya https://sidig.id/

Aplikasi Inventaris Perusahaan untuk Pengelolaan Aset

Aplikasi Inventaris Perusahaan untuk Pengelolaan Aset

Sebagai pelaku bisnis, apakah Anda sudah familiar dengan aplikasi inventaris perusahaan? Aplikasi inventaris perusahaan bisa menjadi terobosan terbaik era digital untuk menunjang bisnis Anda.

Pengelolaan segala peralatan perusahaan merupakan aktivitas yang esensial bagi sebuah perusahaan. Dengan mengelola segala peralatan penunjang kinerja sebuah bisnis, maka trafik peralatan, pemeliharaan, dan pengambilan keputusan dapat terlaksana dengan lebih baik. Tentu saja hal tersebut selaras dengan masa depan perusahaan yang cerah karena bisnis berjalan dengan baik.

Proses pengelolaan alat merupakan bagian dari manajemen inventaris perusahaan. Aplikasi inventaris perusahaan akan sangat mempermudah prosesnya karena sistemnya terintegrasi dengan proses bisnis lainnya. Jika dapat melakukan segala aktivitas yang berkaitan dengan kinerja perusahaan dalam satu platform, kenapa tidak?

Pengelolaan Inventaris Perusahaan

Inventaris peralatan perusahaan wajib dikelola dengan baik. Pengelolaan inventaris menghindarkan ruang penyimpanan atau gudang menjadi berantakan dan tidak teratur. Aktivitas tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja perusahaan tentunya.

Segala informasi hasil dari pengelolaan inventaris perusahaan akan sangat berguna bagi para manajer untuk pengambilan keputusan dalam pengadaan maupun produksi barang. Selain itu, pengelolaan inventaris juga dapat membantu bagian operasional perusahaan untuk memantau aset tetap atau inventaris itu sendiri, terlebih untuk bisnis skala besar yang mempunyai jumlah peralatan dengan jumlah besar juga yang terlibat dalam kinerja perusahaan.

Mengapa Pengelolaan Inventaris Penting untuk Operasional Bisnis?

Jika inventaris perusahaan terkelola dengan baik dan tertata rapi, ketika seorang pekerja memerlukan suatu peralatan untuk menunjang pekerjaan, dia akan dengan mudah menemukan peralatan tersebut. Hal tersebut tentu akan menjadikan pekerjaan lebih efektif karena waktu bekerja tidak terbuang hanya untuk mencari letak suatu alat, atau mencari informasi ketersediaan alat. Alhasil, bisnis pun berjalan lebih lancar bukan?

Mungkin terdengar sepele, namun pemeliharaan penataan peralatan perusahaan yang tidak baik dapat mengakibatkan perusahaan kehilangan beberapa keuntungan dan membuka peluang hal kurang baik terjadi, seperti tidak terlacaknya jika suatu alat hilang, kemudian kebingungan pekerja untuk menemukan alat tertentu sehingga memangkas waktu bekerja, dan permasalahan lainnya.

1. Peralatan Kecil Tetaplah Penting

Kecil namun penting. Peralatan sekecil apapun tetap penting untuk menunjang kinerja perusahaan misalnya stapler, kabel charger, alat tulis, kertas, dll. Benda-benda kecil tersebut bisa dengan mudah hilang jika tidak terkelola. Meskipun terlihat sepele, namun benda-benda tersebut sering digunakan secara umum dalam bermacam-macam jenis pekerjaan.

Jika hilang, tentu Anda akan mengambil yang baru dari stok inventaris. Mungkin memang harga benda-benda tersebut tidak terlalu mahal. Namun, jika sering hilang dan perlu untuk membeli baru lagi dan lagi sebagai inventaris, tentu jadinya akan memakan biaya dan berkontribusi membengkakkan anggaran belanja.

2. Para Pekerja selalu Tahu Informasi Ketersediaan Peralatan

Mengetahui apa yang ada dan apa yang tidak menghindarkan para pekerja dari kepanikan di menit-menit terakhir akan menggunakannya jika ternyata ada sebuah alat yang hilang atau tidak tersedia.

Informasi inventaris juga menghindarkan perusahaan untuk belanja besar-besaran untuk hal yang sebenarnya tidak perlu, namun sesuai kebutuhan saja sehingga tidak menimbulkan ekstra pengeluaran.

Terlebih dengan selalu update informasi ketersediaan peralatan kerja, pekerja menjadi tidak stres karena pekerjaan dapat dikerjakan dengan baik dan lancar dan Anda pun merasa tenang karena peralatan yang mumpuni selalu tersedia ketika dibutuhkan oleh para pekerja Anda.

3. Tidak Membuang Waktu untuk Mencari Peralatan

International Diamond Council menyatakan bahwa para pekerja bisa menghabiskan waktu sampai dua setengah jam dalam sehari untuk mencari sebuah barang yang hilang. Hal ini tentu saja artinya terjadi pemangkasan waktu bekerja, hal yang sangat tidak diinginkan oleh perusahaan.

Mengelola inventaris dengan baik tidak hanya menghemat waktu dan biaya, namun juga menghindarkan frustrasi bagi para pekerja.

Benefit Inventory System bagi Perusahaan

Banyak keuntungan yang didapat dari melaksanakan sistem inventaris bagi perusahaan yang tentu saja selaras dengan peningkatan revenue perusahaan. Beberapa keuntungan tersebut seperti:

  • Kemudahan dalam mengontrol stok barang dan peralatan
  • Penyimpanan data menjadi terpusat
  • Meningkatkan efisiensi dan keefektifan kerja
  • Penghematan biaya dan membantu perencanaan anggaran
  • Meningkatkan kepuasan konsumen karena bisa memastikan semua pesanan terpenuhi dan terlacak dengan baik
  • Perencanaan dan pengambilan keputusan yang akurat

Permudah dengan Aplikasi Inventaris Perusahaan

Software inventaris perusahaan memberikan solusi yang mengkombinasikan keuntungan-keuntungan dari semua bentuk pengawasan inventaris peralatan perusahaan.

Mengelola inventaris perusahaan dapat memanfaatkan fitur QR code tag yang dapat dipindai menggunakan smartphone atau tablet, sehingga tidak memerlukan pelatihan kepada karyawan untuk melakukannya secara manual. Terlebih QR tag dapat menyimpan lebih banyak informasi dan pembaruan informasi dapat secara otomatis dilakukan dan tersedia setiap kali memindai. Jika perlu, lokasi GPS juga bisa disediakan dan disimpan.

Aplikasi inventaris perusahaan bekerja lebih baik daripada alat manual lain seperti Excel, Google spreadsheet, dll. Dengan menggunakan aplikasi inventaris perusahaan seperti stockpile, veeqo, equip, netsuite, dan deskera, alur yang sistematis dapat terwujud dalam proses mengawasi pembelian barang dari pemasok, pengelolaan stok, pengontrolan kuantitas barang yang ingin dijual, dan pelacakan pesanan yang akan dikirimkan kepada konsumen.

Perbedaan Aset dan Inventaris Perusahaan

Perbedaan Aset dan Inventaris Perusahaan

Terkadang kita masih bingung atau belum tahu apa perbedaan aset dan inventaris. Ada juga yang mengira aset dan inventaris adalah hal yang sama.

Wah, apa benar aset dan inventaris itu hal yang sama? Faktanya dua hal tersebut serupa tapi tak sama. Kita harus tahu dulu apa arti masing-masing untuk mengetahui perbedaan aset dan inventaris. Inventaris merupakan bagian dari aset menjadikan serupa tapi tidak sama itu tadi.

Inventaris dan aset adalah dua hal paling penting dari sebuah laporan keuangan perusahaan dan merupakan source utama dalam bermacam-macam sektor usaha. Yuk, semakin kenali perbedaan aset dan inventaris dalam artikel ini supaya bisa lebih maksimal dalam menjalankan bisnis Anda.

Apa itu Aset dan Inventaris Perusahaan?

Kedua istilah, aset dan inventaris, merujuk pada proses memonitor barang yang penting untuk dilakukan oleh perusahaan-perusahaan, tapi kedua istilah tersebut ternyata memiliki definisi yang berbeda.

Aset memiliki arti sebagai kekayaan atau barang yang memiliki nilai jangka panjang dan bisa difungsikan untuk memperoleh pendapatan. Aset bisa berupa berwujud dan tidak berwujud. Aset berwujud memiliki bentuk fisik seperti gedung, tanah, barang dagang, mesin, surat berharga, mesin, peralatan kerja, dll. Sedangkan aset tak berwujud tidak memiliki bentuk fisik seperti hak paten, merek dagang, hak cipta, kekayaan intelektual, dan sebagainya.

Kemudian inventaris mengacu pada bahan mentah, produk jadi, dan barang yang sedang dalam proses pembuatan yang dipunyai oleh sebuah perusahaan. Inventaris lebih berkaitan dengan barang yang untuk dijual atau dipergunakan dalam proses produksi dan operasional.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa inventaris merupakan bagian dari aset.

Pelacakan Aset vs Manajemen Inventaris

Dalam beberapa hal, sistem pelacakan aset berbeda dengan manajemen inventaris. Mari kita bahas lebih lanjut perbedaan aset dan inventaris terkait proses manajemen dan pelacakan.

Manajemen inventaris berfokus pada proses memonitor seluruh bagian dan produk yang bergerak keluar masuk gudang, toko, dan kanal lain yang dimiliki oleh perusahaan. Kemudian pelacakan aset, di sisi lain, berfokus pada penjagaan alur barang dan peralatan yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menjalankan fungsinya dengan baik.

Keduanya sama-sama penting bagi sebuah bisnis. Manajemen inventaris berkaitan dengan seluruh proses mengidentifikasi, menghitung, dan mengawasi barang yang pada akhirnya dimaksudkan untuk dijual ke konsumen. Sistem tersebut tidak berfokus pada tempat di mana produk disimpan tetapi lebih pada produknya langsung. Sedangkan manajemen aset, kebalikannya, lebih berfokus pada unit penyimpanan di mana produk-produk ditempatkan. Manajemen aset tidak bersinggungan dengan sebuah transaksi namun pada operasional.

Persamaan Sistem Pelacakan Aset dan Manajemen Inventaris

Sistem pelacakan aset dan manajemen inventaris mempunyai tujuan yang sama secara keseluruhan. Baik pelacakan aset maupun manajemen inventaris dapat membantu perusahaan untuk menggunakan sumber daya mereka secara efektif.

Sebuah perusahaan yang bertujuan untuk menjual produknya dapat menggunakan manajemen inventaris untuk memastikan mereka mempunyai barang dengan jumlah cukup sesuai yang dibutuhkan oleh konsumen. Manajemen inventaris dapat menghindarkan perusahaan dari kelebihan produksi, karena hal itu dapat memicu kerusakan produk. Jumlah kelebihan produk yang tidak terjual dapat melampaui batas tanggal kadaluarsa, sehingga pada akhirnya pun sama sekali tidak bisa dijual.

Kemudian perusahaan atau organisasi besar seperti agensi kesehatan dan organisasi pemerintahan, yang fokusnya bukan pada penjualan barang melainkan penyediaan layanan dapat menggunakan sistem pelacakan aset untuk tujuan serupa.

Perbedaan Sistem Pelacakan Aset dengan Manajemen Inventaris

Umumnya sebuah bisnis menggunakan software manajemen inventaris untuk menambahkan suplai produk mereka yang mereka rencanakan untuk dijual ke konsumen. Sedangkan badan pemerintahan dan organisasi nonprofit menggunakan sebuah sistem pelacakan aset untuk mengontrol suplai peralatan dan material daripada arus keluar-masuknya produk.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa tujuan dari sistem pelacakan aset dan manajemen inventaris adalah sama, tetapi bagaimana cara kedua sistem diterapkan berbeda. Pelacakan aset ibarat seperti sebuah perpustakaan yang mempunyai banyak buku tetapi bukan untuk dijual melainkan untuk dipinjamkan lalu akan dikembalikan. Sedangkan manajemen inventaris bisa digambarkan seperti sebuah toko buku yang mempunyai banyak buku dan seluruhnya untuk dijual, buku datang dan pergi bukan dikembalikan. Tools yang digunakan oleh kedua sistem memperlihatkan perbedaan kebutuhan mereka.

Sudah semakin jelas bukan perbedaan aset dan inventaris? Sudah semakin memahami sistem pelacakan aset dan manajemen inventaris juga, kan?

Dalam menjalankan bisnis, sebuah perusahaan dapat memanfaatkan keberadaan teknologi seperti software atau aplikasi pelacakan aset dan manajemen inventaris yang terintegrasi. Selain kedua hal tersebut, strategi penunjang lainnya yaitu penerapan layanan purna jual yang dapat memberikan kepuasan kustomer sehingga pembeli tersebut menjadi pelanggan setia produk Anda. Software penunjang layanan purna jual yang dapat Anda gunakan yaitu Sidig. Segera daftarkan produk Anda melalui website https://sidig.id/

Manajemen Aset untuk Principal & Pemilik Brand

Manajemen Aset untuk Principal & Pemilik Brand

Principal atau pemilik perusahaan pasti ingin memantau dan mengawasi semua detail mengenai aktivitas perusahaan termasuk aktivitas manajemen aset. Selain principal, pemilik brand juga menginginkan hal yang sama yaitu untuk mengetahui trafik produk yang dijual. Manajemen aset untuk principal dan pemilik brand merupakan usaha untuk meningkatkan kesadaran pelaku bisnis supaya tetap menjaga nilai asetnya.

Manajemen aset untuk principal dan pemilik brand menjadi hal yang krusial selama menjalankan bisnis. Aset yang dimiliki tidak bisa hanya untuk sekedar diketahui saja tapi penting untuk mengelolanya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk urusan manajemen aset untuk principal dan pemilik brand.

Apa itu Manajemen Aset untuk Principal dan Pemilik Brand?

Ada banyak terdapat risiko yang mungkin terjadi jika tidak ada sistem manajemen aset dalam menjalankan bisnis perusahaan Anda. Setiap peralatan, baik peralatan tetap maupun bergerak, sangatlah penting untuk mendukung kesuksesan sebuah bisnis.

Sistem manajemen aset berperan untuk mencatat, mengatur, dan menjaga keberlangsungan aset perusahaan. Dengan sistem manajemen yang baik, aset perusahaan dapat terjaga dan terpantau sehingga kinerja perusahaan dapat lebih optimal.

Apa Benefit dari Manajemen Aset untuk Principal?

Kunci dari pengimplementasian manajemen aset adalah untuk mendapatkan aset nyata perusahaan. Manfaat dari penerapan manajemen aset yang baik dapat menjadi solusi untuk membantu memprediksi biaya infrastruktur di masa depan, memangkas biaya pemeliharaan, dan banyak lagi lainnya.

Setiap orang akan memetik hasilnya ketika sebuah perusahaan mempunyai sistem manajemen aset yang baik. Dengan ketepatan penerapannya, sebuah perusahaan manufaktur akan dapat mewujudkan:

  • Pemantauan dan pengaturan peralatan dan inventaris dengan memanfaatkan IoT menggunakan gawai.
  • Penjadwalan pemeliharaan yang efektif untuk meminimalisir biaya pemeliharaan dan perbaikan.
  • Pemrekdisian dan penganggaran peralatan dan biaya pemeliharaan.
  • Penyederhanaan dan peminimalisiran biaya manajemen siklus hidup aset.
  • Penulisan laporan kondisi terkini dan masa yang akan datang dari nilai aset masa depan dengan cepat.
  • Pengurangan ketidakproduktifan aset sehubungan dengan pemeliharaan dan kegagalan produksi alat.
  • Penyerahan alat dan inventaris untuk digunakan oleh karyawan atau tim khusus.

Mengapa Penting untuk Menerapkan Manajemen Aset?

Apakah benar manajemen aset dalam sebuah perusahaan menjadi penentu kesuksesan bisnis pada perusahaan tersebut? Yap, jawabannya adalah benar, terlebih jika mereka sudah mempunyai sistem seperti Enterprise Resource Planning (ERP).

Dengan memiliki satu platform yang multifungsi untuk urusan manajemen dan pemeliharaan aset berwujud, perusahaan tentu akan memetik manfaat dari sistem yang menawarkan overview secara menyeluruh dan mendalam.

Terlebih, solusi manajemen aset untuk principal dan pemilik brand dapat memberi akses untuk memonitor inventaris secara real-time. Sistem tersebut juga dapat membantu penyaluran peralatan untuk individu atau tim, automasi jadwal pemeliharaan untuk meminimalisir downtime. Segala proses seperti manajemen pemeliharaan, pembelian, dan proses penugasan dapat terbantu. Khususnya untuk perusahaan manufaktur berskala besar yang memiliki aset seperti mesin dan kendaraan dengan jumlah besar, software manajemen aset untuk principal adalah jawaban yang solutif.

Bagaimana Manajemen Aset Mempengaruhi Manufaktur?

Banyak pengaruh yang diberikan oleh sistem manajemen aset terhadap manufaktur. Termasuk di dalamnya adalah pengurangan ongkos dan downtime yaitu sebuah periode ketika aset tidak berfungsi dengan baik. Secara umum, benefit lainnya yaitu melacak dan mengatur aset statis dan dinamis dan memperbaiki proses administratif.

1. Melacak dan Memonitor Aset Manufaktur

Skala jumlah aset sebuah perusahaan beragam, dari yang jumlah kecil hingga jumlah besar. Namun, berapapun jumlahnya sangat penting untuk selalu melacak dan mengawasinya supaya tetap berada pada jalurnya. Setiap aset seperti sederet mesin produksi hingga berbagai peralatan penunjang kinerja perusahaan, bahkan bangunan pun penting untuk dimonitor kondisi dan performanya.

2. Memperpanjang Siklus Hidup Aset dengan Prediksi Pemeliharaan

Menggunakan data yang didapat secara berkala dari pelacakan dan monitor aset, aplikasi manajemen aset manufaktur Anda dapat menghasilkan prediksi sistem pemeliharaan yang efektif.

Sangatlah efektif dan efisien jika principal dapat memprediksi sistem pemeliharaan yang berkaitan dengan perbaikan dan inspeksi aset sebelum aset-aset tersebut rusak. Jika sebuah aset dapat diselamatkan sebelum rusak tentu akan mencegah kerugian.

3. Memproduksi Laporan Pengaturan dan Keuangan dengan Cepat dan Mudah

Digitalisasi proses manajemen aset dapat menghasilkan laporan yang akurat pada nilai aset terkini. Sistem manajemen juga dapat dengan praktis memproduksi laporan yang menyajikan prediksi penurunan nilai aset dan biaya pemeliharaan dan penggantian di masa mendatang. Laporan yang baik tentu dapat berpengaruh pada pengambilan keputusan dan prediksi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis.

Teknologi Penunjang Proses Manufaktur

Campur tangan teknologi di berbagai sektor bisnis tentu dapat menunjang kinerja dan kesuksesan bisnis itu sendiri. Ada banyak software atau aplikasi yang dikembangkan sebagai penunjang bisnis manufaktur.

Beberapa software yang bisa digunakan untuk manajemen aset untuk principal dan pemilik brand yaitu seperti gtAsset, talenta, hashmicro, asetkita, dan lain sebagainya. Dengan menggunakan aplikasi aktivitas manajemen aset, sistemnya dapat terintegrasi dengan beragam proses bisnis lainnya juga.

WeCreativez WhatsApp Support
Kontak kami melalui Whatsapp
👋 Halo,ada yang bisa kami bantu?