Masalah Umum antara Principal dan Agen

Masalah Umum antara Principal dan Agen

Principal dan agen adalah dua pihak yang saling berkaitan. Mereka bekerja sama dengan simbiosis mutualisme. Artinya sama-sama saling menguntungkan. Principal membutuhkan agen untuk melakukan kontrak dengan konsumen, menghubungkan principal dengan konsumen, dan memberikan pengaruh ke penjualan.

Agen juga mendapatkan keuntungan dari penjualan dan usaha yang dia lakukan biasanya dalam bentuk komisi. Semakin besar usaha dan kontrak penjualan serta penjualan itu sendiri semakin banyak terjadi, maka komisi yang didapatkan oleh agen pun semakin besar.

Namun, tentu saja kadang hubungan antara principal dan agen tidak selalu mulus-mulus saja. Terkadang juga ada batu kerikil yang menjadi hambatan kerjasama antara keduanya. Masalah yang terjadi antara principal dan agen biasanya muncul ketika ada konflik antara keduanya, dimana biasanya terjadi ketika agen bertingkah semata-mata hanya untuk kepentingannya sendiri.

Dalam hubungan principal dan agen, principal adalah pihak yang secara legal menunjuk agen untuk membuat keputusan dan mengambil aksi untuk kepentingannya. Yuk, kita pelajari lebih dalam permasalahan principal dan agen, sehingga kedepannya bisa atur strategi dan tidak salah langkah.

Penjelasan yang Dimaksud dengan Permasalahan antara Principal dan Agen

Permasalahan principal dan agen biasa terjadi yaitu konflik antara seseorang atau grup dan perwakilan berizin yang bertindak untuk kepentingan seseorang atau grup tersebut. Seorang agen mungkin saja bertingkah laku yang berlawanan dengan kepentingan principal sehingga menimbulkan suatu permasalahan.

Masalah yang biasanya terjadi antara principal dan agen cukup bervariasi. Hal tersebut bisa terjadi di segala macam situasi terkait kepemilikan aset, atau principal mendelegasikan kontrol langsung aset-asetnya ke pihak lain atau agen.

Berikut beberapa penjelasan kunci tentang permasalahan antara principal dan agen:

  • Konflik antara principal dan agen adalah masalah yang terjadi antara pemilik aset dengan pihak yang telah diberi mandat untuk mengontrol aset tersebut.
  • Masalah bisa terjadi dalam situasi apapun, mulai dari hubungan antara klien dan pengacara hingga hubungan antara pemegang saham dan CEO.
  • Risiko bahwa agen akan bertindak tidak sesuai dengan kepentingan principal bisa dikatakan sebagai biaya agensi.
  • Menyelesaikan masalah principal-agen mungkin mengharuskan perubahan sistem reward dalam rangka mensejajarkan prioritas atau meningkatkan arus informasi, atau keduanya.

Memahami Permasalahan Principal-Agen

Masalah principal dan agen sudah menjadi faktor standar dalam ilmu politik dan ekonomi. Sebuah studi mengemukakan sebuah struktur kepemilikan yang dirancang untuk menghindari yang dinamakan biaya agensi dan akibatnya, yang diidentifikasi sebagai pemisahan kepemilikan dan kontrol. Pemisahan kontrol terjadi ketika principal mempekerjakan seorang agen.

Principal mendelegasikan sebuah tingkat kontrol dan hak untuk membuat keputusan kepada agen. Namun, principal tetap mempertahankan kepemilikan aset dan menyimpan kelemahan untuk segala bentuk kerugian.

Misalnya, seorang investor saham perusahaan, sebagai bagian dari pemilik, adalah principal yang bergantung pada CEO sebagai agennya untuk menjalankan strategi demi kepentingannya. Oleh karena itu, mereka ingin sahamnya naik harganya atau membayar dividen, atau keduanya. Jika CEO memilih untuk membajak semua profit untuk berekspansi atau membayar bonus besar ke manajer, principal mungkin merasa dirugikan oleh agen mereka.

Ada beberapa cara untuk memperbaiki masalah principal-agen dan biasanya melibatkan klarifikasi ekspektasi dan memonitor hasilnya. Principal umumnya adalah satu-satunya pihak yang bisa atau akan memperbaikinya.

Contoh Masalah Principal-Agen

Masalah antara principal dan agen bisa muncul di situasi sehari-hari sekitar dunia peruangan atau terkait finansial. Seorang klien yang mempekerjakan seorang pengacara mungkin khawatir kalau-kalau pengacaranya akan mengacau tagihan lebih dari yang seharusnya.

Seorang pemilik bangunan mungkin tidak menyetujui penggunaan uang pajak oleh pemerintah wilayah setempat. Seorang pembeli bangunan mungkin mencurigai bahwa makelarnya lebih tertarik pada komisinya daripada kepentingan pembeli.

Dari semua contoh tersebut, principal hanya punya sedikit pilihan untuk mengatasinya. Kepentingan agen adalah untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaannya.

Solusi dari Permasalahan Principal dan Agen

Ada beberapa cara untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di antara principal dan agen. Bebannya menjadi tanggung jawab principal yaitu untuk memberikan insentif kepada agen selaku pihak yang melaksanakan apa yang diinginkan oleh principal.

Misalnya saja hubungan antara pemegang saham dengan CEO. Pemegang saham bisa mengambil aksi sebelum mempekerjakan manajer untuk menyelesaikan beberapa risiko. Pertama, mereka bisa menulis kontrak manajer yang mensejajarkan insentif manajer dengan insentif pemegang saham.

Principal dapat meminta agen untuk secara teratur memberikan laporan hasil kepadanya. Dia bisa mempekerjakan tenaga kerja dari luar untuk memonitor atau auditor dari luar untuk melacak informasi. Pada skenario terburuk, mereka bisa mengganti manajer.

Klausa Kontrak

Di beberapa tahun terakhir, tren telah mengarah ke kontrak pengupahan yang menghubungkan kompensasi sedekat mungkin dengan pengukuran performa. Untuk manajer bisnis, insentif termasuk penghargaan berdasarkan performa dari saham atau pilihan saham, rencana profit-sharing, atau secara langsung menghubungkan manajemen pembayaran dengan harga saham.

Sebagai akarnya, prinsipnya sama dengan memberikan tip untuk layanan yang baik. Secara teori, pemberian tip sejajar dengan kepentingan konsumen, atau principal, dan agen, atau pelayan restoran. Prioritas mereka sekarang sejajar dan berfokus pada pemberian layanan yang baik dan optimal.Itu tadi adalah permasalahan yang biasanya terjadi antara principal dan agen beserta solusinya.

Ada banyak contoh dan juga cara mengatasi variasi permasalahan yang terjadi antara principal dan agen. Salah satu cara supaya tugas dan pekerjaan principal dan agen berjalan dengan baik dan lancar adalah menggunakan software aplikasi. Sidig merupakan sebuah solusi. Aplikasi apik ini mencakup principal dan agen sebagai ekosistemnya. Yuk, segera kunjungi https://sidig.id/ dan pelajari lebih jauh mengenai Sidig.

Stock Audit: Apa itu dan Bagaimana Prosesnya?

Stock Audit: Apa itu dan Bagaimana Prosesnya?

Setiap bisnis yang melibatkan penjualan barang fisik pasti punya pergudangan barang di suatu tempat. Kemudian barang diletakkan di rak-rak dan ruang belakang dari outlet ritel. Barang-barang bisa juga disimpan di pusat distribusi di mana mereka menerima pesanan dari supplier atau pusat logistik di mana barang-barang tersebut lalu dikirimkan ke konsumen.

Dari waktu ke waktu semua ritel harus memverifikasi bahwa barang yang mereka punya di supply chain mereka cocok dengan apa yang dibutuhkan penjualan dan catatan inventaris dan barang tersebut harus ada di sana.

Inilah yang disebut stock audit. Merupakan hal penting untuk mengidentifikasi di mana angka tidak cocok, menginvestigasi mengapa dan meriset lebih jauh proses-proses dalam supply chain. Adanya ketidaksesuaian antara stok aktual dan jumlah penjualan yang tercatat mengindikasikan bahwa masalah tersebut bisa menjadi besar jika audit tidak segera dilakukan dan berdampak pada pemenuhan transaksi dan keputusan pembelian. Itulah mengapa stock audit adalah hal yang wajib banget.

Yuk, kita bahas lebih jauh proses stock audit yang lebih spesifik dan mempelajari mengapa stock audit itu penting untuk dilakukan. Simak artikel ini sampai bawah, ya.

Apa itu Stock Audit?

Stock audit punya nama lain atau juga biasanya disebut audit inventaris. Stock Audit adalah proses verifikasi apakah barang-barang yang secara fisik tersedia di pergudangan toko cocok atau sesuai dengan hasil yang tercatat di registrasi stok.

Stock audit bisa dilaksanakan di dalam perusahaan atau via auditor dari luar yang bisa memastikan hasilnya transparansi secara maksimal. Apakah Anda sebaiknya mempekerjakan seorang profesional atau melaksanakan inventaris stok sendiri tergantung pada Anda sendiri dan disesuaikan dengan kebutuhan, kecuali audit adalah bagian dari aturan tertentu atau prosedur berlisensi.

Dalam kasus ini, spesifikasi prosedur bergantung pada legislasi negara di mana perusahaan Anda dan/atau pergudangannya terdaftar.

Mengapa Stock Audit Penting?

Setiap bisnis yang bergantung pada barang-barang fisik harus familiar dengan pengadaan audit inventaris. Stock review khususnya penting untuk operasional e-commerce karena produk-produk mereka bisa tercecer secara global lintas gudang dan fasilitas logistik yang bervariasi. Di sinilah, stock audit merupakan satu-satunya cara untuk melacak dan mengelola semua produk secara efisien.

Berikut adalah beberapa manfaat utama dari stock audit:

  • Untuk Penghitungan Keuntungan

Auditing inventaris secara langsung berkaitan dengan kalkulasi profit. Jika beberapa item perusahaan hilang atau salah letak, sama saja seolah-olah uang perusahaan juga hilang atau salah tempat. Itulah mengapa berinvestasi pada inventaris yang tepat waktu sangat dibutuhkan untuk tujuan akuntansi dan membuat pernyataan untung dan rugi.

  • Untuk Kesehatan Keuangan Bisnis

Stock audit dapat membantu meningkatkan kesehatan finansial bisnis. Dengan melakukan analisa menyeluruh dari status terkini atas barang-barang fisik perusahaan dan frekuensi pembelian konsumen, perusahaan bisa memperoleh insight tentang bagian-bagian dari inventaris yang hampir tidak terjual ataupun underperform.

  • Mencegah Tindak Kecurangan dan Pencurian

Manajemen inventaris membantu perusahaan mencegah atau mengidentifikasi kecurangan dan/atau pencurian. Jika stock audit mengungkapkan ketidaksesuaian antara barang-barang yang tercatat dan ekuivalen fisiknya, hal tersebut bisa saja merupakan hasil dari aspek yang kurang menguntungkan dari penyimpanan inventaris.

Dengan begitu, stock audit bisa jadi adalah salah satu prosedur terpenting dalam bisnis seiring dengan hasilnya yang mewakili status finansial terkini dari perusahaan. Yang terpenting adalah stock audit yang menyeluruh bisa membantu perusahaan mengatasi isu yang ada dan mencegah masalah yang mungkin terjadi di masa depan.

Proses Stock Audit

Bisa dikatakan tidak ada standar yang mengatur pelaksanaan audit dan detailnya pun akan bervariasi dari satu operasi ke operasi lainnya. Ada beberapa tahap dan aktivitas yang biasa dilakukan saat proses audit:

1. Memprediksi demand dan penyetokan barang

Hal terburuk yang bisa terjadi selama proses audit inventaris adalah kehabisan stok. Perusahaan pasti tidak menginginkan seluruh aktivitas operasional tertunda sementara melakukan proses audit. Ini tidak selalu bisa dan beberapa operasional kecil bisa jadi harus berhenti untuk seharian. Namun, hal ini bisa menjadi langkah yang berisiko. Itulah mengapa penting untuk menggali lebih dalam data yang dimiliki untuk mengantisipasi demand di masa mendatang sebelum mengaudit.

2. Menghitung barang-barang fisik

Ada beberapa pendekatan dan metodologi yang berbeda-beda. Contohnya, perusahaan bisa melakukannya untuk mengaudit item satu persatu dan mencatat setiap hal yang ditemukan di rak pergudangan. Untuk membuat prosesnya lebih mudah, perusahaan bisa melakukan cut-off analysis di mana perusahaan menunda seluruh aktivitas bisnis selama proses audit, tapi akan ada beberapa kendala tentunya.

Sehingga, daripada seperti itu, perusahaan bisa mencoba melakukan penghitungan siklus di mana tidak mengharuskan Anda untuk menghitung seluruh stok sekali waktu. Dengan menghitung siklus, perusahaan bisa memilih tipe produk spesifik yang ingin diaudit selama kurun waktu tertentu. Hal ini mungkin akan punya konsekuensi jadi kurang akurat daripada penghitungan fisik secara komplit, tetapi gangguan pada operasional lebih sedikit.

Alternatif lainnya yaitu perusahaan bisa melakukan spot check audit di mana perusahaan hanya memverifikasi satu atau dua produk saja dengan tujuan untuk mengidentifikasi jika ada masalah tertentu dengan pencatatannya. Jika ketidaksesuaian tidak ditemukan, perusahaan bisa menyimpulkan bahwa sumber-sumber sudah ter-update dan stok lengkap.

Cara penghitungan barang bukan hanya terbatas tiga itu tadi, namun cara-cara di atas adalah metode yang paling umum.

3. Double-check hasil

Melakukan segalanya dua kali mungkin tampak seperti akan membuat kewalahan, namun double check dalam in-stock auditing adalah wajib hukumnya. Faktor human error cukup berperan dalam hal ini dan skala pekerjaan bisa jadi seringkali terlalu berlebihan untuk dipercayakan pada satu sumber saja. Itulah mengapa penting untuk cross-check hasilnya.

Perusahaan bisa melakukan mix and match teknik audit, menggunakan kode UPC atau QR untuk setiap item supaya proses lebih terdigitalisasi agar lebih mudah mengerjakan kedepannya, mempekerjakan tenaga khusus ― lagi-lagi, ada banyak sekali opsi yang bisa dipilih, yang penting pastikan penghitungan akhirnya seakurat mungkin.

4. Membandingkan hasil dengan catatan finansial

Setelah menghitung semua produk fisik yang dimiliki, maka saatnya untuk membandingkan hasilnya dengan catatan penjualan. Adanya ketidaksesuaian atau ketidakcocokan mensinyalkan untuk mulai memisahkan tugas dari pelacakan sumber masalah.

Tantangan dan Solusi dalam Audit Inventaris

Berikut beberapa masalah yang umum terjadi saat audit inventaris:

  • Manajemen stok cukup time-consuming

Aktivitas ini mensyaratkan banyak perhatian untuk detail dan tenaga kerja. Sebaiknya jadwalkan auditing dan atur waktu pastinya. Tergantung dari ukuran operasional bisnis, prosedurnya bisa memakan waktu antara beberapa hari sampai beberapa minggu.

  • Tidak ada tinjauan inventaris yang real-time

Hal ini menyebabkan kebutuhan untuk melakukan verifikasi stok perlu dilakukan secara berkala. Jika melakukannya setiap minggu atau setiap bulan pasti akan sangat melelahkan, jadi pastikan saja bahwa jumlah item fisik cocok dengan dokumentasi penjualan paling tidak minimal dua kali setahun sehingga menghindarkan dari beberapa masalah serius.

  • Prosedur audit tidak bisa diautomasi

Peran software khusus tentu akan sangat membantu dan merupakan sebuah solusi.

  • Audit inventaris sering menghentikan operasional lainnya

Berhentinya opersional tertentu bisa menunda pengiriman barang yang menimbulkan ketidaknyamanan. Cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menjadwalkan auditing, riset pasar tepat waktu, dan juga memprediksi demand.

Software aplikasi yang direkomendasikan untuk membantu proses audit yaitu Sidig. Aplikasi all-in-one Sidig mempunyai fitur-fitur seperti pelacakan produk, generate QR code, statistik penjualan, product allocation, dan masih banyak lagi; yang sangat mendukung untuk mempermudah proses stock audit. Pelajari selengkapnya dengan klik di sini.

Aplikasi Sales dan Distribusi

Aplikasi Sales dan Distribusi

Sales dan distribusi merupakan dua bagian penting dari aktivitas supply chain. Distribusi adalah salah satu proses yang sangat menentukan terjadinya sales, sehingga penting untuk dilaksanakan dengan sebuah strategi sehingga prosesnya berjalan lancar. Sales merupakan pihak yang punya peran utama terjadinya penjualan produk atau jasa bisnis perusahaan Anda kepada konsumen.

Sekarang sudah ada banyak sekali aplikasi yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak dari anggota rangkaian supply chain mulai dari supplier hingga ritel. Pemanfaatan teknologi ini tentunya sangat membantu kemudahan dan kelancaran setiap prosesnya. Aplikasi merupakan sebuah tool yang memungkinkan untuk segala prosesnya terkomputerisasi dan terautomasi sehingga jadi lebih praktis, efektif, dan efisien.

Saat ini, di mana teknologi sedang berkembang pesat, aplikasi sales dan distribusi tentu sudah banyak keberadaannya. Setiap aplikasi sales dan distribusi pasti punya fitur-fitur yang mendukung prosesnya, tinggal disesuaikan saja variasinya dengan kebutuhan bisnis Anda.

Manajemen Sales dan Distribusi

Pada model tradisional, memonitor sales merupakan tugas yang sangat rumit di mana kita butuh untuk melacak total inflow dan outflow dari produk perusahaan pada setiap levelnya. Untuk mengelola tugas-tugas yang kompleks ini, pasti dibutuhkan sebuah tool yang mumpuni daripada sebuah pendekatan tradisional.

Pendekatan sempurna yang aman untuk sales dan distribusi yaitu dengan sistem dari aplikasi sales dan distribusi seperti Sidig. Di dunia yang serba ada di mana semuanya bisa dibeli atau dijual, kompetisi utamanya terganjal pada pasar di mana adanya tantangan untuk menemukan cara terbaik untuk menjual dan cara terbaik untuk mendekati konsumen.

Kita semua paham tentang cara tradisional dari pola penjualan primer dan sekunder. Untuk manajemen sales dan distribusi, kita butuh manajemen inventaris yang efisien untuk melacak total inflow dan outflow produk pada setiap tingkatannya.

Dengan begitu, Anda bisa meningkatkan automasi dari proses distribusi downstream bersamaan dengan keseluruhan saluran penjualan dan mengurangi kendala komunikasi pada semua levelnya. Perusahaan pasti ingin mencapai bisnis dengan maksimal namun memang kadang ada saja rintangan yang menghadang di tengah jalan.

Tantangan dalam Sales dan Distribusi

Dalam perjalanannya, sales dan distribusi tidak luput dari permasalahan dan kendala. Ada tantangan-tantangan tersendiri yang harus dihadapi oleh pihak distributor dan juga sales. Berikut adalah tantangan yang biasanya ditemui oleh bagian distribusi dan sales:

  • Cara mengelola stok di level sekunder
  • Cara mengelola portal pemroses supply chain
  • Manajemen level sekunder dari mata rantai bisnis
  • Cara meningkatkan hubungan dengan distributor dan dealer Anda
  • Kemungkinan untuk melacak dan meningkatkan sales sekunder

Bagaimana Sidig Membantu Menghadapi Tantangan Sales dan Distribusi

Ada sebuah aplikasi yang sangat fungsional untuk menjalankan proses distribusi dan sekaligus juga sales dalam melacak lokasi barang, melacak ketersediaan barang, peta penyebaran barang, dan khususnya untuk pemberian layanan after sales. Berikut bagaimana Sidig bekerja untuk membantu perusahaan dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada:

  • Mengelola alur stok dengan cara efisien, untuk menyediakan pemberitahuan awal pada ketersediaan barang
  • Mengelola seluruh lintasan mata rantai secara efektif dari dealer dan distributor
  • Menyediakan visibilitas real-time dan transparansi dari stok primer dan sekunder
  • Menyediakan banyak fitur yang bisa digunakan sebagai business intelligence tool untuk meningkatkan transaksi yang akan datang di sales & marketing

Sidig untuk Manajemen Sales dan Distribusi

Penjajahan modern dalam rangka membuat segala prosesnya sistematis sudah sangat membantu dalam dua hal yaitu: menciptakan kemudi yang dikembangkan dengan sistem CRM untuk meningkatkan kapasitas sales. Sidig menjadi tool yang sangat mutlak keberadaannya untuk kepentingan distribusi dan sales. Ada beberapa langkah dalam proses sales-distibusi dan banyak sekali cara untuk melakukan pendekatannya:

  • Punya tujuan utama menjual sebuah produk atau jasa, diluar apa yang seseorang butuhkan hingga memutuskan siapa yang mungkin membutuhkannya, dan benar-benar paham permintaan target audiens. Menemukan jangkauan yang luas dari klien potensial yang tertarik.  Mungkin sedikit lambat tetapi kemudian pasti akan melangkah ke tahap berikutnya yaitu membagi mereka ke sub kategori untuk menentukan pendekatan personal dan memancing mereka dengan produk khusus.
  • Informasi mengenai kustomer merupakan hal yang sangat esensial dan penting, sehingga siapapun yang mempunyai informasi terkait hal yang dibutuhkan tersebut akan mempunyai customer loyalty. Pendekatan konsumen yang terpersonalisasi telah terbukti menjadi cara yang paling produktif untuk memastikan pembelian berulang dari konsumen. Dalam rangka menjadi lebih dekat dengan konsumen, Anda harus mengumpulkan informasi tentang kebutuhan mereka dan apa interest mereka yang mungkin dilakukan dengan sistem aplikasi Sidig.
  • Penting juga, lho, untuk menghubungi konsumen di waktu yang tepat dengan informasi yang tepat, menawarkan produk yang adalah kebutuhan atau interest mereka. Automasikan proses dengan Sidig dan biarkan karyawan Anda dengan bebas untuk secara personal menghubungi konsumen dengan prospek khusus.

Retensi Konsumen

Sidig membantu perusahaan Anda untuk mempertahankan konsumen lama dan juga konsumen yang mungkin telah meninggalkan layanan Anda. Hal ini dapat menjadi sebuah bagian dari langkah strategik dari proses perencanaan sales dan marketing dari perusahaan apapun.

Penting untuk menjabarkan retensi konsumen dan juga untuk memahami bagaimana cara mengukurnya. Sidig hadir dengan fungsi luasnya untuk memberikan layanan after sales bagi konsumen sehingga dengan pemberian layanan after sales, loyalitas konsumen pun juga akan meningkat tentunya.

Sidig memfasilitasi seluruh ekosistem dalam lifecycle distribusi produk dari hulu ke hilir dan layanan after sales untuk pelanggan. Dengan berbagai fitur seperti statistik penjualan, statistik garansi, warranty validation, dan masih banyak lagi; Sidig tentu akan melancarkan segala proses bagian sales dan distribusi. Pelajari selengkapnya di https://sidig.id/

Kenali Perbedaan Agen dan Distributor

Kenali Perbedaan Agen dan Distributor

Agen dan distributor merupakan dua pelaku dalam supply chain yang sangat krusial untuk kelancaran bisnis perusahaan Anda. Mungkin, beberapa di antara kalian masih ada yang mengira bahwa agen dan distributor adalah dua hal yang sama. Bahkan terkadang Anda bisa menemui tulisan ‘agen distributor’ suatu produk tertentu. Kenyataannya, agen dan distributor adalah dua hal yang berbeda. Yuk, kenali lebih jauh supaya tidak salah lagi.

Jika Anda sedang memulai, merintis, atau scaling up bisnis Anda (khususnya di pasar atau area yang baru), Anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk melakukan hal pertama yaitu menunjuk sebuah agen atau distributor untuk mempromosikan atau menjual produk atau jasa yang ditawarkan bisnis Anda dalam rangka mendapatkan jalur untuk masuk ke pasar, menaikkan penjualan, atau mendapat pengakuan dari masyarakat terkait brand Anda.

Kemudian untuk pilihan agen dan distribusi, Anda bisa mempertimbangkan beberapa opsi seperti usaha patungan (joint venture), franchise sebagai channel Anda, atau penjualan langsung dan pemanfaatan sarana penjualan online.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai perbedaan agen dan distributor lebih jauh. Karena agen dan distributor memegang peranan penting untuk kesuksesan penjualan produk dan jasa perusahaan Anda, maka penting untuk memahami perbedaannya supaya tidak salah strategi.

Tentang Agen

Agen adalah sebuah perantara yang ditunjuk untuk negosiasi dan jika diharuskan, membuat kontrak dengan konsumen untuk kepentingan Anda sehingga Anda mempunyai kontrak dengan konsumen. Agen menerima komisi dari penjualan yang mereka lakukan, biasanya menggunakan itungan persen. Untuk arti yang lebih luas lagi, satu pihak (principal), menunjuk pihak lain (agen) untuk mengenalkan konsumen ke principal dan/atau untuk membuat penjualan langsung mewakili principal.

Untuk melakukannya, agen diberi kewenangan untuk negosiasi sampai urusan kontrak mewakili principal dengan menerima komisi penjualan dan juga usaha agen. Urusan legal kepemilikan dari produk tidak diberikan ke agen, sehingga setiap kontrak konsumen adalah dengan principal, bukan dengan agen. Oleh karena itu, principal mengasumsikan risiko legal dan komersial sedangkan agen normalnya tidak.

Tentang Distributor

Distributor pada dasarnya adalah kontraktor mandiri. Dalam persetujuan distributor, Anda menjual produk atau jasa Anda ke distributor, yang kemudian akan menjualnya ke konsumen mereka; menambahkan margin untuk menutup biaya distributor sendiri dan mendapat profit. Distributor mempunyai kontrak dengan konsumen.

Distributor bisa dibilang adalah pembeli dari produknya supplier yang lalu dijual ke konsumen akhir. Kepemilikan legal dari produk diberikan kepada distributor, bukan lagi supplier, dan mempunyai hubungan terikat kontrak dengan para konsumennya.

Agen vs Distributor

Sebenarnya, agen maupun distributor memiliki tujuan komesial yang sama yaitu menjual produk atau jasa dari supplier/principal ke konsumen. Namun, struktur dan efek legalnya lah yang membedakan mereka. Berikut perbedaan dari agen dan distributor menurut beberapa variabel:

VariableAgenDistributor
Produk atau JasaProduk/JasaProduk
Menjual untuk Siapa?PrincipalDistributor Sendiri
PembayaranKomisiProfit Penjualan
Hubungan Kontraktual dengan konsumenPrincipalDistributor
Tanggung jawab pemberian harga dan persyaratanPrincipalDistributor
Risiko produk tidak terjualPrincipalDistributor

Kapan Perlu Menggunakan Agen atau Distributor?

Anda mungkin akan lebih memilih untuk menggunakan agen ketika Anda ingin atau membutuhkan untuk:

  • Mempertahankan kontrol channel terhadap pasar dan hubungan konsumen sebagai prinsip untuk mempertahankan kontrol hubungan kontraktual dengan konsumen dan mungkin jadi bisa punya hubungan dengan konsumen secara langsung untuk layanan after sales
  • Lebih menghemat biaya ― komisi agen mungkin lebih kecil daripada besaran diskon yang harus diberikan kepada distributor
  • Membuat produk terjual lebih ― seorang agen yang mendapatkan komisi atas penjualannya mungkin akan lebih termotivasi untuk menjual produk sampai laku daripada distributor

Namun penting diingat bahwa cukup sulit untuk mengontrol aktivitas agen dari hari ke hari dan untuk memastikan bahwa mereka tetap bekerja untuk kepentingan Anda. Agen punya kemungkinan untuk menyulitkan principal dan menyebabkan utang piutang bagi principal. Dan juga pada terminasi perjanjian, agen bisa diberi hak kompensasi bahkan ketika mereka melanggar perjanjian.

Kemudian Anda mungkin akan lebih memilih distributor ketika Anda ingin atau membutuhkan untuk:

  • Memitigasi biaya dan risiko dari memperluas bisnis seperti membuat produk baru atau memperluas teritori
  • Menggunakan nama distributor dan/atau pengalamannya (produk/dukungan atau pasar/teritori) sebagai faktor positif dalam penjualan
  • Untuk menghindari administrasi dari banyaknya hubungan konsumen untuk produk atau pasar tertentu, dan hanya punya satu hubungan saja yaitu dengan distributor

Tetapi, perlu dicatat bahwa supplier akan punya kontrol yang sangat terbatas terhadap aktivitas distributor daripada terhadap agen dan hampir tidak mungkin mempunyai hubungan langsung dengan konsumen akhir.

Keuntungan Menggunakan Agen dan Distributor

Berikut beberapa keuntungan dari masing-masing, menggunakan agen dan menggunakan distributor:

Agen

  • Punya kontrol yang baik
  • Bisa memberi batasan kebebasan agen untuk memilih konsumen
  • Mempertahankan kontak langsung dengan konsumen
  • Punya kontrol marketing
  • Menghindari risiko finansial kehilangan stok

Distributor

  • Produk pasti terjual (ke distributor)
  • Tidak perlu memantau aktivitas distributor dari hari ke hari
  • Tidak ada tanggung jawab biaya premis ritel yang mahal untuk mengakses pasar konsumen
  • Tidak ikut mengurusi perihal pergudangan dan pengiriman barang

Itu tadi adalah pembahasan seputar perbedaan antara agen dan distributor. Kalau untuk solusi urusan distribusi barang bisnis Anda, Sidig hadir sebagai jawabannya. Sidig merupakan all-in-one platform untuk bisnis Anda guna memaksimalkan manajemen distribusi dan layanan after sales produk Anda.

Merupakan salah satu software manajemen distribusi dan pelacakan barang terbaik, Sidig mempunyai fitur-fitur seperti dashboard monitoring dan tracking data distribusi produk, generate QR code, purchasing data, invoicing, dan masih banyak lagi; yang akan menunjang kelancaran proses distribusi bisnis Anda.

Lacak Distribusi Produk dengan Aplikasi Sidig

Lacak Distribusi Produk dengan Aplikasi Sidig

Saat ini sudah banyak dikembangkan teknologi-teknologi yang dapat membantu berbagai macam proses dan aktivitas bisnis. Di era modern yang serba digital ini, peran teknologi memberikan banyak sekali keuntungan bagi perusahaan-perusahaan dalam mengelola bisnisnya. Teknologi menawarkan solusi proses-proses yang terautomasi dan terintegrasi sehingga pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien.

Dalam mata rantai pasok, semua proses perlu berjalan dengan baik dan seimbang supaya bisnis berjalan lancar dari awal hingga akhir. Tahap distribusi merupakan jantung dari mata rantai supply chain, sehingga memegang peran penting yang memungkinkan barang bisa sampai ke konsumen dengan tepat waktu dan terpercaya. Pelacakan produk sangatlah penting untuk dilakukan sehingga ketika ada kendala seperti barang belum juga sampai ke konsumen, maka bisa diketahui keberadaannya.

Di era teknologi yang berkembang pesat ini, pelacakan distribusi produk bisa dilakukan dengan software manajemen distribusi. Dengan menggunakan software manajemen distribusi, pelacakan produk dan berbagai macam proses yang terjadi yang terlibat dalam tahap distribusi bisa dilaksanakan dengan mudah dan otomatis.

Apa itu Distribusi Produk?

Distribusi produk merujuk ke proses penjualan dan pengiriman produk atau jasa dari manufaktur ke konsumen. Seiring dengan pertumbuhan perusahaan, menjadi suatu hal yang vital untuk meningkatkan distribusi produk guna memastikan bahwa setiap lapisan di saluran distribusi merasa senang karena prosesnya berjalan baik dan lancar. Bergantung pada jaringan saluran distribusi, bisa jadi ada banyak orang dan strategi yang terlibat di dalam distribusi produk sebuah perusahaan.

Distributor berada di sebuah posisi di tengah-tengah mata rantai, yaitu di antara manufaktur dan ritel atau konsumen. Distribusi produk adalah faktor yang sangat penting dalam suksesnya sebuah bisnis ritel. Prosesnya secara langsung berdampak pada kepuasan konsumen, sehingga mengatur dan mempunyai strategi distribusi yang tepat menjadi krusial.

Mengapa Distribusi itu Penting?

Distribusi produk merupakan elemen penting dalam proses operasional, tanpanya maka tidak ada yang berperan melacak dan meningkatkan hubungan antara manufaktur dan konsumen. Jika begitu, maka kemungkinan perusahaan tidak bisa memastikan layanan terbaik yang mungkin untuk diberikan ke konsumen.

Selain itu tahap distribusi produk juga memainkan peran penting untuk menganalisa dan memperbaiki hubungan antara manufaktur dan konsumen, serta secara tidak langsung juga dapat meningkatkan penjualan.

Jika ada hambatan terjadi saat proses distribusi; pengiriman juga akan terhambat lalu konsumen, ritel, dan supplier juga bisa jadi merasa kesal; dampaknya pun kepercayaan jadi hilang. Supaya distribusi produk bisa berjalan sukses, serangkaian feedback yang berkelanjutan butuh untuk diimplementasikan untuk memastikan setiap orang senang dengan prosesnya dan juga mencari celah jika ada perbaikan yang bisa dilakukan.

Dalam kasus dropshipping dan konsumen membeli barang secara online, merchant dan konsumen tidak bisa mencoba produk sebelum mereka membeli jadi mereka percaya begitu saja bahwa item akan sama seperti gambar dan deskripsi. Ini artinya saluran distribusi perlu untuk lebih efisien dalam memberikan respon dan komen di keseluruhan saluran.

Software Manajemen Distribusi

Software manajemen distribusi adalah sebuah sistem yang digunakan oleh manufaktur dan distributor untuk mengelola proses-proses seperti pengontrolan inventaris, pemrosesan pesanan, akuntansi, hubungan dengan kustomer, supply chain, pelacakan item, manajemen penjualan & finansial dan sebagainya, yang bisa digunakan untuk memastikan sinkronisasi dan kolaborasi kerja dengan pemegang saham juga sehingga dapat menghasilkan pembuatan keputusan yang efektif nantinya.

Software manajemen distribusi bisa dibilang sebagai sebuah solusi berupa aplikasi yang dikembangkan khususnya untuk industri manufaktur dan distribusi. Software tersebut didesain untuk membantu manufaktur mengelola dan menangani segala hal mulai dari mengontrol inventaris dan memproses pesanan hingga urusan customer support dan mengelola hubungan dengan konsumen, serta mengelola finansial.

Software manajemen distribusi adalah all-in-one solution yang dirancang untuk menyediakan integrasi yang lebih mudah dan informasi up-to-date. Software aplikasi ini bisa diakses lintas semua departemen yang terlibat, memastikan bahwa semuanya sinkron dengan jadwal dan deadline penting lainnya dan punya metrik yang bagus dan berhasil.

Enterprise Resource Planning (ERP) memayungi software manajemen distribusi ini, membantu untuk merencanakan dan menempatkan sumber-sumber daya pada setiap cabang berbeda dari organisasinya. Tipe software ini bisa dipertimbangkan sebagai platform mini yang mengintegrasi solusi berbeda yang dimaksudkan untuk bekerja bersama untuk memfasilitasi alur informasi antara fungsi bisnis yang saling bergantung di dalam satu lingkaran perusahaan, bersamaan juga dengan mengelola hubungan dehngan sumber-sumber dari luar dan juga pemegang saham.

Sekarang sudah banyak varian software manajemen distribusi yang menyertakan teknologi cloud dan teknik jaringan sosial, khususnya perihal marketing dan human resource.

Solusi Distribusi Produk dengan Sidig

Apa itu platform Sidig? Sidig adalah sebuah aplikasi all-in-one yang dirancang khusus untuk perusahaan atau brand pemilik produk untuk mengoptimalkan manajemen distribusi dan layanan aftersales produk. Dalam menjalankan sebuah bisnis baik produk maupun jasa, pasti terdapat beberapa tantangan khususnya urusan pengelolaan distribusi produk. Permasalahan distribusi yang umum terjadi yaitu seperti alur distribusi yang tidak terkelola dengan baik atau menjadi lebih rumit dengan proses manual.

Aplikasi Sidig memfasilitasi seluruh ekosistem dalam siklus hidup distribusi produk dari hulu ke hilir. Ekosistem Sidig mencakup web apps for principal, web apps for service center, web apps for distributor, web apps for store, dan web apps for customer. Khusus untuk web apps for principal, Sidig memfasilitasi urusan penggaransian produk, generate QR code, pembuatan marketing campaign, pelacakan produk, pelacakan perbaikan produk, penjadwalan maintenance, dan laporan eksekutif.

Sidig memudahkan principal untuk memonitor dan melacak data distribusi produk melalui dashboard: peta persebaran produk, jumlah produk/daerah, statistik penjualan, dan statistik garansi.

Kemudian untuk web apps for distributor, Sidig dapat memfasilitasi invite store, alokasi produk, pembelian data, dan invoicing. Sidig membantu distributor untuk meningkatkan akurasi data dan administrasi distribusi barang produk terbaik Anda.

Benefit yang bisa didapatkan dari aplikasi Sidig ini yaitu sebagai berikut:

  • Memudahkan pelacakan distribusi barang. Principal atau distributor bisa melacak dengan mudah dan memiliki data ke mana produk terjual hingga didistribusikan sampai ke konsumen.
  • Memudahkan pelacakan data garansi kerusakan barang. Aktivasi data garansi dari konsumen, riwayat klaim garansi, produk yang mengalami kerusakan dapat dengan mudah dilacak oleh distributor.
  • Mendapatkan laporan secara real-time dan komprehensif. Seluruh aktivitas dalam Sidig menghasilkan data strategis yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan perusahaan.
  • Lebih cepat dan efisien. Alur kerja proses bisnis dan manajemen klaim garansi produk jadi lebih cepat dan efisien.
  • Meningkatkan performa penjualan. Memberikan informasi akurat tentang demografi dan tren pembelian sehingga perusahaan dapat melakukan penyesuaian dalam strategi penjualan.
  • Meningkatkan layanan konsumen. Media engagement yang efektif untuk konsumen sehingga bisa meningkatkan pola pembelian berulang terhadap produk. Biaya marketing jadi lebih hemat.

Jika bisnis Anda adalah industri alat kesehatan, elektronik, otomotif, mesin, alat olah raga, dan furnitur & rumah tangga; aplikasi Sidig merupakan solusi yang tepat untuk urusan distribusi dan layanan aftersales produk. Yuk, konsultasikan kebutuhan Anda dengan Sidig.

Software Distribusi Penjualan untuk Lacak & Kelola Produk

Software Distribusi Penjualan untuk Lacak & Kelola Produk

Setiap bagian dari siklus penjualan menjadi hal yang krusial untuk bisnis yang menciptakan sebuah produk. Bisnis bisa memilih untuk menjual produk mereka langsung ke konsumen, menjadikan mereka bertanggung jawab atas siklus penjualan seluruhnya, atau bisa juga memilih untuk menggunakan perusahaan distribusi penjualan yang menangani seluruh siklus penjualan tersebut.

Untuk banyak bisnis manufaktur produk, distribusi penjualan membantu mereka untuk mencapai puncak profit tanpa mereka harus melakukannya sendiri sehingga mereka bisa menggunakan waktu untuk berfokus pada objektif bisnis lainnya.

Proses distribusi barang merupakan tahap atau proses yang sangat krusial dalam mata rantai pasok. Keberhasilan distribusi sangat menentukan kelancaran bisnis Anda. Dengan sistem distribusi yang bagus, Anda dapat melacak dan mengelola produk mulai dari manufaktur ke ritel hingga sampai ke konsumen akhir.

Campur tangan teknologi tentu sudah tidak asing dalam proses menjalankan bisnis. Aktivitas distribusi penjualan juga akan sangat terbantu dengan hadirnya software distribusi penjualan. Yuk, simak artikel ini sampai habis untuk tahu lebih lanjut tentang software distribusi penjualan.

Apa itu Distribusi Penjualan?

Distribusi penjualan adalah ketika perusahaan menggunakan proses distribusi atau melalui tahap distribusi untuk menjual produknya ke konsumen, bukan dijual langsung ke konsumen. Dengan metode ini, distributor menangani semua hal yang terlibat dalam menjual produk dan berlaku sebagai koordinator di antara perusahaan dan konsumen.

Perusahaan menjual produknya ke distributor dengan harga lebih miring, lalu distributor menjual produk tersebut dengan harga yang layak dan seharusnya. Dengan begitu, distributor bisa menyimpan profit dari penjualan produk tersebut.

Distributor mempunyai hubungan kolaboratif dengan perusahaan manufaktur, bekerja untuk kepentingan perusahaan dalam hal membeli, transportasi, menyimpan, mengepak, menjual, dan mengirim produk. Perusahaan mungkin memilih untuk menggunakan model distribusi penjualan dalam rangka menaikkan pemasaran produk mereka di pasar atau mendistribusikannya dengan lebih cepat dan efisien.

Manfaat Distribusi Penjualan

Hampir semua perusahaan manufaktur produk bergantung pada kemampuan mereka untuk menghasilkan penjualan dan memperoleh profit. Memilih model distribusi penjualan dan perusahaan distribusi penjualan dapat membuat pernyataan yang besar tentang citra perusahaan, komunikasi, dan produk. Ada banyak manfaat dari distribusi penjualan. Berikut beberapa manfaatnya:

  • Perusahaan bisa berfokus pada objektif perusahaan yang lain ketika distributor menangani penjualan.
  • Perusahaan punya lebih banyak waktu untuk mengurusi area bisnis lainnya ketika mereka tidak harus meluangkan terlalu banyak waktu untuk penjualan.
  • Distributor bisa mencapai pasar dan lokasi yang mungkin perusahaan justru normalnya tidak bisa mencapainya sendiri.
  • Perusahaan bisa memperoleh peningkatan penjualan dan profit yang lebih tinggi ketika menggunakan distributor.

Tipe-tipe Distribusi Penjualan

Dua jenis saluran distribusi yaitu distribusi B2B dan B2C. Banyak dari departemen penjualan dan marketing cukup berjuang dalam usaha menemukan strategi terbaik untuk terhubung dengan klien bisnis lain atau marketing B2B. Tiga tipe utama model distribusi penjualan adalah sebagai berikut:

1. Distribusi Intensif

Distribusi intensif merujuk pada proses distribusi yang melibatkan banyak perantara. Salah satu contohnya yaitu printer kertas. Produk-produk printer kertas tersedia di banyak toko fisik dan juga toko online. Produk tersebut punya cukup banyak saluran distribusi.

2. Distribusi Selektif

Distribusi selektif yaitu proses distribusi yang hanya punya sedikit perantara. Salah satu contohnya yaitu furnitur kantor. Distribusi furnitur kantor terbatas pada beberapa sumber saja.

3. Distribusi Eksklusif

Distribusi eksklusif berarti hanya punya beberapa perantara saja atau bahkan hanya satu perantara saja untuk mengangkut produknya. Contohnya yaitu smartphone Google Pixel 2 yang rilis beberapa tahun yang lalu. Jika konsumen ingin mempunyai gawai baru yang populer ini, mereka secara eksklusif dijual melalui Verizon Wireless.

Software Distribusi Penjualan

Hadirnya teknologi benar-benar sangat membantu proses distribusi penjualan sehingga prosesnya bisa terautomasi dan dapat lebih maksimal dalam melacak dan mengelola penjualan. Software distribusi penjualan merupakan aplikasi yang dapat mengelola semua proses bisnis mulai dari menangani pemesanan, pengelolaan supply chain, penjualan, pengelolaan hubungan dengan konsumen, dan juga pengelolaan finansial.

Seluruh kegiatan-kegiatan tersebut terautomasi menggunakan sebuah sistem distribusi penjualan. Bisnis bisa berjalan dengan lebih efektif dan efisien dengan banyak proses yang tercakup dalam sistem pada software distribusi penjualan. Selain itu, hal-hal seperti kekurangan atau kelebihan stok bisa terminimalisir dengan baik karena pelacakan produk bisa dilakukan dengan sistem yang otomatis.

Software distribusi penjualan memanfaatkan penggunaan sistem yang berbasis cloud sehingga bekerja secara otomatis dan tentu saja bisa diakses dari perangkat gawai di mana saja dan kapan saja, tentu akan lebih praktis dan memberikan banyak kemudahan. Dengan demikian, perusahaan dapat menghemat biaya dan menghindari kesalahan yang bisa terjadi karena disebabkan oleh kelalaian karyawan.

Untuk solusi software distribusi penjualan, silakan klik di sini.

WeCreativez WhatsApp Support
Kontak kami melalui Whatsapp
👋 Halo,ada yang bisa kami bantu?