Perilaku Biaya: Biaya Tetap vs Biaya Variabel

by | Aug 18, 2022 | Blog, Manajemen Purna Jual

Cost behavior dapat diartikan sebagai perilaku biaya, yaitu perubahan perilaku dari naik atau turunnya kondisi operasional perusahaan selama aktivitas bisnis berjalan. Proses menganalisa kegiatan perhitungan biaya sangatlah krusial bagi sebuah perusahaan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait dengan perilaku biaya.

Perilaku biaya sangat penting untuk dipahami khususnya ketika membuat budgeting tahunan. Dengan mengetahui perilaku biaya, manajer data memutuskan sebelumnya jika ada biaya yang akan dikurangi atau dinaikkan seiring dengan perubahan aktivitas bisnis. Misalnya perusahaan beroperasi pada kapasitas penuh produksi, lalu untuk memenuhi tuntutan yang lebih, perusahaan kemudian harus berinvestasi lebih pada alur produksi.

Memahami perilaku biaya juga esensial untuk menganalisa volume profit. Selain itu, perilaku biaya juga membantu manajemen dalam hal perencanaan dan pengontrolan biaya serta pengambilan keputusan dan evaluasi biaya.

Apa Arti Perilaku Biaya (Cost Behavior)?

Perilaku biaya adalah sebuah perilaku yang mana biaya terpengaruhi oleh perubahan di dalam aktivitas bisnis. Seorang manajer bisnis seharusnya waspada mengenai perilaku biaya ketika merancang budget tahunan untuk mengantisipasi apakah ada biaya yang akan naik atau turun. Misalnya, jika penggunaan alur produksi mendekati kapasitas maksimalnya, perilaku biaya yang relevan akan diperkirakan naik cukup drastis (untuk membayar perluasan peralatan) jika level tuntutan berangsur-angsur naik oleh sejumlah kecil tambahan biaya. Memahami perilaku biaya adalah aspek kritikal dari analisa cost-volume-profit.

Tipe-tipe Perilaku Biaya

1. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah jumlahnya di dalam suatu lingkup aktivitas tertentu. Jumlah total biaya tetap tidak akan berubah ketika aktivitas bertambah atau berkurang. Karena biaya tetap secara konstan tidak berubah jumlahnya, biaya tetap per unit aktivitas berkurang ketika volume naik dan biaya tetap per unit aktivitas naik ketika volume berkurang. Contohnya harga sewa bangunan tidak akan berubah, bahkan ketika level penjualan dari penyewa berubah secara dramatis. Contoh lainnya yaitu depresiasi dan asuransi fasilitas dan peralatan bakery. Tidak terpaku pada kuantitas roti artisan yang diproduksi dalam sebulan, jumlah total nilai depresiasi dan asuransi untuk tiap bulannya tetaplah sama.

Banyak ongkos tetap manufaktur adalah termasuk biaya tetap dan jumlahnya menjadi bertambah besar. Contoh tambahannya termasuk depresiasi perusahaan pabrik milik sendiri, depresiasi permesinan dan peralatan, gaji dan keuntungan supervisor manufaktur, biaya administrasi pabrik, dll. Salah satu tantangan terkait ongkos tetap manufaktur yaitu alokasi biaya tetap ke unit individual produk (yang mana biasanya bervariasi dalam hal ukuran dan kompleksitas).

2. Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya bisa berubah sesuai perubahan aktivitas atau volume bisnis. Contohnya yaitu material langsung yang spesifik yang tergabung dengan setiap produk yang dijual. Biasanya, material langsung untuk pembuatan produk adalah biaya variabel. Jumlah total biaya variabel meningkat sejalan dengan kenaikan aktivitasnya. Jumlah total biaya variabel juga akan menurun berbanding lurus dengan penurunan aktivitasnya. Misalnya biaya tepung untuk bakery yang memproduksi roti artisan; semakin banyak balok roti yang diproduksi, semakin tinggi biaya total tepung yang digunakan oleh bakery tersebut. Ongkos belanja atau operasional juga merupakan biaya variabel. Kemudian komisi ritel atas barang yang terjual termasuk dalam biaya variabel juga karena bisa bervariasi tergantung berapa persenannya untuk tiap produk terjual dan berapa jumlah produk yang terjual.

3. Biaya Campuran (Mixed Cost)

Terakhir, ada biaya campuran yang mengandung elemen biaya tetap dan biaya variabel. Contohnya yaitu biaya akses internet termasuk biaya akses standar bulanan (biaya tetap) dan biaya penggunaan broadband (biaya variabel).

Contoh lainnya yaitu biaya gas alam dari sebuah bakery. Beberapa tagihan gas bulanan punya biaya yang flat dipungut dari utilitas dan tagihan gas lainnya merupakan biaya pemanasan bangunan. Dua komponen dari tagihan gas ini adalah biaya tetap karena mereka tidak akan berubah ketika bakery memproduksi roti dalam jumlah banyak atau sedikit. Bagaimanapun, komponen ketiga dari tagihan gas adalah biaya mengoperasikan oven-oven. Komponen ini adalah biaya variabel karena akan naik ketika oven harus bekerja untuk waktu yang lebih lama dalam rangka memproduksi roti-roti tambahan.

Free Demo Sidig

Konsultasikan dan coba solusi manajemen garansi dari Sidig untuk pengalaman pelanggan yang lebih baik

Join Our Newsletter

Dapatkan Insight dan Update Terbaru Seputar Manajemen Pelanggan

 

Follow Us

Konsultasikan langsung kebutuhan Anda dengan Sales Representative kami!

 

WeCreativez WhatsApp Support
Kontak kami melalui Whatsapp
👋 Halo,ada yang bisa kami bantu?