Model Distribusi Sales yang Sesuai Kebutuhan Bisnis

Model Distribusi Sales yang Sesuai Kebutuhan Bisnis

Distribusi adalah salah satu aktivitas ekonomi yang krusial untuk kelancaran proses penjualan produk atau jasa perusahaan Anda. Distributor bertanggung jawab untuk menyalurkan barang atau jasa dan menyampaikannya dengan baik ke konsumen.

Strategi distribusi dibutuhkan untuk mengetahui model distribusi sales yang cocok untuk bisnis perusahaan Anda. Manajemen distribusi dituntut untuk mampu menentukan model distribusi sales supaya menjaga keberlangsungan proses produksi dan produk sampai diterima oleh konsumen dalam keadaan baik. Oleh karena itu, model distribusi sales yang dipilih secara tidak langsung dapat mempengaruhi kenaikan revenue perusahaan. Dalam menentukan model distribusi sales pun tidak boleh asal pilih, namun disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Dengan strategi model distribusi sales yang tepat, produk dapat tersalurkan ke konsumen dengan baik dan siklus mata rantai pemasok dapat terus berjalan dengan lancar, sehingga dapat menaikkan proses produksi yang memberi keuntungan bagi produsen.

Apa saja model distribusi sales dan bagaimana cara menentukan model distribusi sales yang tepat untuk bisnis Anda? Cari tahu di sini, ya.

Apa itu Strategi Distribusi Produk?

Dalam sebuah proses bisnis, tim produksi akan menentukan pendekatan mana yang paling strategik untuk mengirimkan produknya ke konsumen. Tentu dalam melakukan kegiatan distribusi ini tidak dilakukan secara asal, tapi menggunakan suatu strategi distribusi agar prosesnya berjalan lancar dan maksimal.

Sebuah strategi distribusi produk meliputi semua proses dan metode bisnis yang ditetapkan untuk mengeksekusi pendekatan tersebut.

Apa itu Model Distribusi Sales?

Kata ‘distribusi’ mungkin memunculkan sebuah gambaran di dalam pikiran kita tentang truk dan muatan-muatan besar, tetapi lebih dari itu distribusi juga berkaitan dengan penjualan dan marketing. Model distribusi sales adalah metode untuk menjual produk dan jasa ke target klien.

Tidak mungkin sebuah produk atau jasa akan terjual dengan sendirinya ke konsumen. Tentu bisnis Anda perlu mendapatkan perhatian klien, Anda perlu mengatur langkah supaya konsumen melihat nilai produk Anda, mengantongi kepercayaan klien yang potensial, dan memastikan klien menerima produk dengan baik dan mereka merasa puas dengan pembelian yang mereka lakukan.

Jenis-jenis Model Distribusi Produk

Ada beberapa model distribusi sales konvensional. Kunci dari pemilihan model distribusi sales yang tepat untuk bisnis Anda adalah tipe konsumen yang Anda targetkan.

1. Menjual produk langsung ke konsumen dengan dibantu proses penjualan.

Ini merupakan metode yang umum digunakan oleh tim penjualan; menghubungi konsumen yang punya potensi atau merespon pengusulan yang dibuat oleh marketing atau ads campaign. Model distribusi sales ini bisa digunakan baik untuk B2B atau B2C.

2. Menjual produk langsung ke konsumen dengan sebuah proses pembelian otomatis.

Metode ini bisa digunakan untuk perusahaan di berbagai industri karena pembelian secara online menjadi wajar dan lumrah saat ini. Bahkan sektor yang dulunya biasa membutuhkan pertemuan yang lama dengan orang sales seperti sales mobil sekarang sudah mengadopsi pendekatan sales yang terotomatisasi. Model distribusi sales ini cocok untuk sebagian besar produk konsumer maupun produk B2B.

3. Distribusi resale melalui pemilihan dealer berizin.

Beberapa perusahaan menginginkan jangkauan pasar daripada tim sales in-house mereka sendiri, atau sebuah proses sales terotomatisasi dapat memberikannya. Dengan begitu, perusahaan memilih untuk menjual produk melalui grup kecil dari reseller atau dealer berizin.

Model distribusi sales ini bisa digunakan ketika bisnis mempercayai reseller dapat menjual produk secara efektif dengan tetap melindungi reputasi brand dan ketika bisnis mempercayai grup kecil dari dealer bahwa mereka dapat menjangkau lebih banyak konsumen.

4. Distribusi resale yang terbuka untuk semua reseller.

Jika tim produksi ingin menjangkau sebanyak mungkin pasar dengan cepat, mereka mungkin memilih untuk mengundang semua reseller untuk menawarkan produk mereka ke konsumen. Model distribusi sales ini bisa diaplikasikan ketika perusahaan menjual atau menawarkan tipe produk baru mereka di mana kompetitor sedang menjual produk baru sejenis di waktu bersamaan.

Langkah Menyusun Strategi Distribusi

Berikut langkah-langkah untuk menyusun strategi distribusi untuk mengembangkan tim produksi bisnis Anda:

  1. Pelajari perilaku target konsumen, bagaimana mereka berbelanja dan membeli produk
  2. Pelajari kompetitor
  3. Hitung berapa biaya setiap model distribusi yang diaplikasikan
  4. Pertimbangkan setiap pengaruh dari pendekatan pada perkembangan produk
  5. Jangan melupakan reputasi brand

Menentukan Model Distribusi Sales untuk Bisnis

Jenis model distribusi sales yang dipilih bergantung pada beberapa faktor seperti tipe produk, industri, dan model bisnis. Sehingga distribusi produk tidak terbatas hanya bisa menggunakan satu strategi saja seperti penjualan hanya melalui swalayan saja, namun sekarang semakin terbuka kesempatan untuk produsen menjual produk melalui outlet ritel atau juga menjualnya secara langsung ke konsumen dengan sistem online.

Baca Juga: Sistem Manajemen Distribusi Perusahaan

Perusahaan tidak terbatas hanya pada satu strategi distribusi sales saja. Mempunyai beberapa strategi berbeda adalah cara terbaik untuk mengoptimalkan pendapatan dan sebagai investasi. Bahkan setelah Anda memilih dan mengimplementasikan model distribusi sales pada bisnis Anda, Anda tetap harus terus meninjau dan mengevaluasi hasilnya sehingga Anda dapat memaksimalkan usaha untuk keberhasilan bisnis Anda.

Menjadi sebuah strategi juga untuk beralih ke sistem yang terdigitalisasi dalam melaksanakan kegiatan distribusi bisnis Anda. Untuk mempelajari lebih lanjut software aplikasi CRM guna memudahkan proses distribusi, yuk, klik di sini.

Rekomendasi Software Aplikasi Distribusi Barang untuk Solusi Distribution Management System (DMS)

Rekomendasi Software Aplikasi Distribusi Barang untuk Solusi Distribution Management System (DMS)

Distribution management system (DMS) adalah aspek penting dalam bisnis sebuah perusahaan karena menyangkut kegiatan distribusi barang di mana perusahaan menyalurkan produk ke konsumen akhir dan produk harus diterima konsumen dalam keadaan baik.

Dalam rangka mewujudkan proses distribusi yang maksimal, distribution management system (DMS) berperan penting untuk mengelola jalannya kegiatan distribusi tersebut. Keberadaan teknologi (DMS) tentu menjadi solusi apik yang bisa diaplikasikan dalam manajemen distribusi. Software distribusi barang akan membantu dan memudahkan jalannya proses distribusi produk perusahaan Anda. Software DMS mempunyai banyak fitur yang mendukung banyak proses di dalam jalannya distribusi itu sendiri. Perusahaan bisa memanfaatkan aplikasi DMS untuk memaksimalkan distribusi produk. Tentu keberadaan software aplikasi menjadi jawaban dari permasalahan distribusi sebuah perusahaan.

Dalam artikel ini akan dibahas beberapa rekomendasi software aplikasi DMS yang cocok untuk bisnis Anda.

Apa itu Distribution Management System (DMS)?

Pasar yang bermunculan semakin besar dan lebih kompleks dengan ribuan distributor, jutaan outlet, dan milyaran transaksi yang berpotensi. Manufaktur harus mengelola jaringan yang makin meluas dari distributor besar maupun kecil di saat yang bersamaan dengan mereka juga memikirkan mitra saluran pemasaran produk mereka. Bagaimana manufaktur bisa mengelola semuanya dengan data terbatas dan wawasan tentang pasar? Bagaimana mereka mengontrolnya? Bagaimana mereka bisa mengelola orang dan promosi ketika meminimalisir biaya pengeluaran? Dan, yang paling penting, bagaimana cara melakukan semua hal tersebut dengan mudah, efektif, dan efisien?

Jawabannya adalah teknologi, melalui sebuah sistem yang dikenal dengan distribution management system (DMS). Distribution management system tidak hanya mengontrol alur supply chain, tapi juga berfungsi untuk mengelola promosi, meningkatkan produktivitas, inventaris dan proses penjualan, klaim ke distributor, dan masih banyak lagi. Sederhananya, DMS adalah sebuah sistem berbasis software yang mengelola segala proses penjualan dan aktivitas distribusi sebuah bisnis.

Mengapa DMS dibutuhkan?

Distribusi secara langsung mempengaruhi laba perusahaan. Untuk memahami pentingnya kehadiran DMS dalam sebuah bisnis, maka perlu meninjau dan menelaah tantangan yang dihadapi oleh saluran penjualan sebuah bisnis. Sebuah perusahaan penting untuk mengembangkan teknik penjualan dan marketing yang bervariasi. Beberapa permasalahan bisa terjadi, seperti:

  • Kebanyakan distributor berskala kecil dan tidak terorganisir.
  • Untuk mencapai daerah pelosok, dibutuhkan beberapa level mata rantai distribusi, menimbulkan biaya ekstra.
  • Tidak ada real-time data pemesanan produk, inventaris atau klaim, sehingga bisa mengakibatkan kurang atau kelebihan stok.

DMS mengontrol dan memonitor jaringan distribusi, sehingga masalah-masalah seperti di atas dapat dihindari. DMS menyimpan semua data dan informasi terkait klien, stok, dan penjualan yang mudah diakses, dianalisis, dan dibuat laporannya.

Fitur CRM berkaitan erat dalam distribution management system sehingga kepuasan konsumen pun terjamin. Dengan kata lain, DMS dapat meminimalisir usaha kerja, biaya operasional, dan waktu pengerjaan tugas yang artinya meningkatkan produktivitas dan sales jadi lebih baik.

Manfaat Distribution Management System (DMS) untuk Bisnis

DMS memberikan banyak manfaat untuk kelancaran dan peningkatan revenue bisnis Anda, beberapa keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan software DMS dalam aktivitas distribusi produk, yaitu:

  1. DMS menjaga segala sesuatunya teratur dan tetap pada jalur.
  2. Memudahkan pembeli karena segala informasi tersedia di satu platform.
  3. Mengurangi kemungkinan eror terkait waktu, lokasi, atau kuantitas pengiriman produk.
  4. Manajemen waktu yang lebih baik.
  5. Memangkas biaya operasional.
  6. Memonitor inventaris dengan lebih baik.
  7. Pemrosesan dokumen kontrak dan approval dapat dilakukan dengan cepat.
  8. Meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan yang ditawarkan ke konsumen.

Rekomendasi Software Aplikasi DMS

Keberadaan teknologi tentu menjadi solusi untuk menjawab tantangan permasalahan proses distribusi bisnis Anda. Selain software DMS itu sendiri, software CRM pun juga turut serta menunjang kinerja DMS. Aplikasi DMS mempunyai berbagai macam fitur yang sangat memudahkan segala aktivitas dalam supply chain, khususnya dalam kegiatan distribusi. Berikut rekomendasi aplikasi yang dapat Anda gunakan untuk melancarkan segala proses bisnis di perusahaan Anda:

1. Sidig

Sidig merupakan all-in-one platform untuk solusi bisnis Anda yang mempunyai fitur utama untuk mengoptimalkan layanan purna jual dan manajemen garansi produk. Selain itu, aplikasi ini juga merupakan aplikasi CRM dan bisa terintegrasi dengan aplikasi DMS yang berfungsi untuk mengelola aset dan inventaris serta mempunyai layanan web apps for distributor yang mencakup berbagai fitur seperti invite store, data pembelian, invoicing, dan alokasi produk

2. Qontak

Aplikasi Sales CRM Qontak dari Mekari mempunyai banyak fitur yang dapat mempercepat penjualan sekaligus memberikan layanan pelanggan yang responsif. Fitur dalam aplikasi bisa disesuaikan sepenuhnya, mumpuni untuk aktivitas dan pelacakan KPI, bisa untuk mengelola database & akses, dan masih banyak fitur lainnya.

3. SimpliDOTS

Software aplikasi DMS ini berbasis cloud dan dirancang untuk mengelola proses distribusi agar efektif dan efisien. Dengan aplikasi ini, Anda dapat melakukan pembelian, penjualan, utang piutang, dan memonitor posisi karyawan di lapangan. Sistem dalam aplikasi ini juga sudah terintegrasi dan dapat terhubung dengan aplikasi lainnya.

4. EffiaSoft

EffiaSoft menjadi solusi berbagai sektor bisnis seperti ritel, makanan & minuman, distribusi, maskapai, bank, pengumpulan pajak, dan pemerintah. Aplikasi ini mempunyai fitur yang mendukung blockchain dalam proses ‘Just Billing’ yang membantu perusahaan mengoptimalkan dan mendefinisikan ulang proses bisnisnya.

5. SAP SD

Software yang merupakan modul fungsional terbesar ini mampu melakukan transaksi bisnis sehari-hari dan mengelola segala proses dari pemesanan produk hingga pengiriman. Selain itu, SAP SD juga punya fitur untuk aktivitas RFP (request for proposal), sales order, penentuan harga, warehousing, pengemasan, penagihan, manajemen risiko, dan pengiriman.

6. Hashmicro

Hashmicro merupakan solusi software ERP yang akan sangat bermanfaat untuk berbagai jenis bisnis dan industri. Hashmicro menyediakan berbagai macam solusi dalam satu aplikasi sehingga kegiatan ekonomi bisnis bisa berjalan lebih efektif dan efisien. Fitur di dalam aplikasi bisa disesuaikan mulai dari aktivitas CRM, inventaris, accounting, hingga supply chain. Disediakan juga produk tambahan yang bisa terintegrasi dengan produk Hashmicro yang lain seperti manajemen aset, barcode, hingga automasi marketing.

Mengenal Sistem Manajemen Distribusi Perusahaan

Mengenal Sistem Manajemen Distribusi Perusahaan

Aktivitas distribusi yang efektif adalah prinsip yang krusial karena prosesnya menjadi sebuah bagian yang terintegrasi dari supply chain dan manajemen inventaris. Kesuksesan distribusi melibatkan banyak proses pemindahan bagian-bagian dan berbagai metode yang mensyaratkan strategi manajemen distribusi yang kuat.

Manajemen distribusi menjadi sebuah pokok sistem yang dapat memperlancar jalannya bisnis perusahaan. Sejak dari lama, manajemen distribusi sudah menjadi tantangan sebuah bisnis.

Kenapa manajemen distribusi itu penting? Bisa saja hal berikut terjadi, bahan baku mentah sampai terlalu dini dan menjadi buruk atau kadaluwarsa sebelum mereka diolah. Atau, bisa juga produk-produk yang sudah jadi sampai terlalu lama, sehingga momentum jadi direnggut oleh kompetitor, mereka mengambil alih market share terlebih dulu. Untuk menghindari hal-hal semacam itu, maka dibutuhkan sebuah manajemen distribusi yang baik dan kuat.

Pengertian Distribusi

Apa yang Dimaksud dengan Kegiatan Distribusi?

Distribusi adalah salah satu hal utama dari kegiatan ekonomi selain produksi dan konsumsi. Kegiatan distribusi adalah proses penyaluran barang atau produk dari produsen ke konsumen.

Kemudian manajemen distribusi adalah sebuah proses yang digunakan untuk memantau pergerakan produk atau barang dari supplier ke manufaktur, grosir, atau ritel yang pada akhirnya sampai ke konsumen. Banyak sekali aktivitas yang terlibat dalam manajemen distribusi ini, seperti manajemen vendor bahan baku mentah, pengemasan, warehousing, inventaris, supply chain, logistik, dan terkadang juga blockchain.

Contoh Alur Distribusi

Berikut alur distribusi penyaluran barang dari produsen ke konsumen:

alur distribusi barang dari produsen ke konsumen

Berikut alur proses distribusi dari bahan baku mentah hingga akhirnya produk jadi sampai ke konsumen:

distribusi bahan baku ke konsuen

Pengertian Distribusi Menurut Para Ahli

Menurut Hall (2001) distribusi bisa diartikan sebagai sebuah aktivitas untuk mengirimkan produk ke pembeli setelah terjadi traksaksi penjualan. Kemudian, menurut Keegan (2003) distribusi sendiri adalah sebuah sistem yang menghubungkan manufaktur dan pelanggan, meliputi saluran konsumen dan saluran barang industri. Saluran konsumen yaitu menyalurkan produk ke orang-orang untuk digunakan sendiri, sedangkan saluran barang industri yaitu menyalurkan bahan baku atau produk ke manufaktur untuk digunakan dalam proses produksi atau operasional harian.

Selain itu, dari beberapa pernyataan para ahli lainnya dapat disimpulkan bahwa distribusi merujuk pada penyaluran atau penyebaran produk ke pasar skala besar sehingga konsumen mempunyai akses ke produk dan dapat membelinya. Hal tersebut bisa juga dipahami sebagai penempatan produk yang efektif yang menghasilkan laba bagi penjual karena transaksi pembelian yang dilakukan oleh kustomer mereka.

Perbedaan Distribusi dan Distributor

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa distribusi adalah proses penyaluran atau penyebaran barang atau produk dari produsen ke konsumen. Sedangkan distributor adalah pihak yang melakukan proses distribusi. Sehingga distributor adalah orang atau perantara yang menyalurkan barang maupun produk dari produsen ke konsumen atau dari manufaktur ke pengecer (retailer).

Konsep Distribusi

Selain menyalurkan barang dari produsen ke konsumen, proses distribusi juga punya andil dalam hal pemasaran sehingga barang yang dihasilkan oleh produsen bisa terjual dengan segera ke kustomer.

Aktivitas distribusi melibatkan hal-hal seperti berikut:

  1. Sebuah sistem transportasi yang baik untuk mengangkut barang ke beragam area geografis.
  2. Sebuah sistem pelacakan yang baik sehingga barang yang tepat tersalurkan di waktu yang tepat dengan kuantitas yang tepat.
  3. Sebuah pengemasan yang baik, untuk menjaga barang dari kerusakan selama di dalam transportasi.
  4. Melacak lokasi di mana produk dapat ditempatkan, misalnya dengan pertimbangan kapasitas maksimal untuk membelinya.
  5. Melibatkan sebuah sistem untuk menarik barang dari pasar.

Mata Rantai Distribusi

mata rantai distribusi

Siklus rantai pasokan di atas menunjukkan bahwa mata rantai distribusi merupakan bagian pokok untuk menyalurkan bahan baku yang sudah diolah menjadi produk jadi yang akhirnya disampaikan ke konsumen.

Untuk lebih memahami mata rantai distribusi lebih detail, simak penjelasan-penjelasan selanjutnya dalam artikel ini.

Tujuan Distribusi

Sesuai dengan definisi dari kegiatan distribusi yang pada intinya adalah proses penyaluran atau penyebaran. Sehingga tujuan kegiatan distribusi adalah menyalurkan barang atau bahan baku mentah untuk diproduksi menjadi barang jadi dan akhirnya disampaikan ke konsumen akhir. Distribusi menjembatani penyaluran barang dari produsen ke konsumen akhir.

Saluran-saluran distribusi bertujuan untuk memastikan kuantitas produk yang tersedia tepat jumlah di lokasi yang benar dan di waktu yang benar. Apa yang membuat strategi distribusi unik relatif tergantung keputusan marketing lainnya yang mana hampir seluruhnya bergantung pada lokasi fisik.

Fungsi Distribusi

Jaringan distribusi tidak hanya berfungsi untuk menjembatani proses dari produsen ke konsumen saja. Ada banyak fungsi lain dari jaringan distribusi sebagai berikut:

1. Menyediakan ruang, waktu, dan kepemilikan

Sebuah jaringan distribusi digunakan untuk memberi ruang, waktu, dan kepemilikan peralatan. Mereka memastikan produk yang tersedia berada di tempat yang tepat, kemudian sampai tepat waktu, dan mempunyai kuantitas yang tepat.

2. Logistik dan distribusi fisik

Jaringan distribusi bertanggung jawab dalam hal penyimpanan, pengumpulan, penyortiran, dan transportasi produk dari produsen ke konsumen akhir.

3. Menciptakan efisiensi

Mengumpulkan berbagai macam jenis produk dan memecah beberapa ukuran barang menjadi ukuran skala lebih kecil adalah dua cara untuk menciptakan efisiensi. Ritel dan grosir membeli dengan jumlah yang sangat besar dari manufaktur yang kemudian menjualnya ke saluran lain atau ke konsumen untuk mengecernya. Mereka juga menjual berbagai macam produk di satu tempat sehingga memberi kenyamanan bagi konsumen karena konsumen tidak perlu pergi ke ritel lain untuk membeli produk lainnya.

4. Sebagai fasilitator

Jaringan distribusi juga menyediakan layanan pre-sale dan layanan post-purchase seperti maintenance, financing, jaringan koordinasi, diseminasi, dll.

5. Marketing

Jaringan distribusi bekerja dan termasuk dalam poin inti di mana strategi, khususnya strategi marketing perusahaan, dieksekusi. Mereka membantu manufaktur untuk menyampaikan pesan brand mereka dan keuntungan produk ke konsumen karena distributor adalah yang secara langsung kontak dengan konsumen akhir.

6. Berbagi risiko

Kebanyakan dari jaringan membeli barang jauh sebelum masuk pasar, mereka juga membagikan risiko terkait produk mereka dengan prosedur dan mengerahkan segala kemampuan untuk menjual produk.

Masalah Distribusi

Dalam sistem distribusi tentu ada berbagai macam masalah distribusi yang bisa saja dan mungkin terjadi. Berikut beberapa tantangan yang dihadapi distributor dalam proses distribusi:

1. Meningkatnya kompetisi dari manufaktur

Dengan meningkatnya sistem logistik yang efisien, manufaktur menjadi mungkin untuk menjual barang lebih banyak secara langsung ke konsumen akhir dan menghindari distributor. Lalu, penggabungan di banyak sektor manufaktur menciptakan manufaktur yang sangat besar dengan sistem distribusi nasional.

2. Ritel menuntut pengiriman yang cepat

Ritel-ritel yang besar biasanya memperluas target pemasaran, sehingga mereka memperketat deadline pengiriman dan membebankan denda yang tegas ke distributor yang telat mengirim produk.

3. Bergantung pada harga bahan bakar

Salah satu aspek penting dalam kegiatan distribusi yaitu tentang transportasi, sehingga secara tidak langsung bahkan bahan bakar juga jadi penentu laba perusahaan. Harga bahan bakar diesel mewakili porsi yang signifikan dari total biaya operasional. Banyak distributor menyerahkan biaya ini ke pemasok dalam bentuk biaya tambahan, namun beberapa perusahaan kecil mungkin tidak punya kemampuan ini.

4. Kerentanan untuk merubah harga

Perubahan harga yang kencang membuat distributor rentan untuk merubah nilai inventaris. Meskipun distributor berusaha untuk membatasi biaya pemasaran mereka dengan mematok harga produk berdasarkan persentase kenaikan harga, kompetisi membuat kenaikan nilai inventaris yang mahal menjadi mustahil ketika harga turun.

5. Pembelian tersentralisasi oleh konsumen secara besar-besaran

Kebanyakan pembelian sekarang ditangani oleh headquarter perusahaan daripada toko-toko regional. Pembelian yang tersentralisasi memungkinkan untuk mengeliminasi banyak distributor regional.

Selain permasalahan-permasalahan di atas, masih ada lagi berbagai tantangan lain yang di hadapi oleh perusahaan dalam pelaksanaan distribusi produknya.

Bentuk Distribusi

1. Distribusi langsung

Distribusi langsung yaitu distribusi barang/jasa yang dilakukan secara langsung, penyaluran barang langsung dari produsen ke konsumen akhir tanpa perantara. Contohnya pedagang sate ayam yang langsung menjual makanannya ke konsumen.

2. Distribusi semi langsung

Distribusi semi langsung adalah kegiatan distribusi dari produsen ke konsumen yang dilakukan melalui perantara yang merupakan bagian dari produsen. Contohnya yaitu restoran cepat saji yang menjual makanannya melalui layanan delivery dari restoran itu sendiri.

3. Distribusi tidak langsung

Kemudian, distribusi tidak langsung merupakan kegiatan distribusi dari produsen ke konsumen menggunakan beberapa perantara sebagai pihak ketiga seperti melalui agen, grosir, makelar, ritel, dsb. Contohnya pabrik rokok menjual produk rokoknya ke konsumen melalui grosir atau ritel terlebih dahulu.

Baca Juga: Model Distribusi Sales untuk Kebutuhan Bisnis

Contoh Distribusi

contoh distribusi

Kelancaran penyaluran barang/jasa dari produsen ke konsumen tentu karena andil dari distributor yaitu pihak yang melakukan distribusi. Aktivitas distribusi berguna untuk memastikan keberlangsungan produksi barang dan juga memastikan produk sampai dan diterima oleh konsumen dengan baik.

Ada tiga macam jenis distribusi dalam pelaksanaannya yaitu distribusi langsung, distribusi semi langsung, dan distribusi tidak langsung.

1. Contoh distribusi langsung

contoh distribusi langsung

Distribusi langsung yaitu penyaluran barang/jasa dari produsen langsung ke konsumen tanpa melalui pihak lain atau perantara. Produsen sendiri yang menyalurkan barang ke konsumen akhir.

Contoh dari distribusi langsung yaitu penjual makanan seperti mie ayam, bakso, nasi goreng, warteg, dll yang langsung menjual makanannya ke konsumen atau pembeli.

2. Contoh distribusi semi langsung

Contoh distribusi semi langsung

Kemudian distribusi semi langsung yaitu kegiatan penyaluran barang/jasa menggunakan perantara atau pihak lain yang merupakan bagian dari produsen itu sendiri seperti agen dari produsen atau toko milik produsen sendiri untuk menyampaikan barang/jasa ke konsumen.

Contoh dari distribusi semi langsung adalah pabrik kain yang menjual barang dagangannya melalui conventer. Atau produsen pakaian yang menjual baju-bajunya di toko miliknya sendiri.

3. Contoh distribusi tidak langsung

Distribusi tidak langsung adalah penyaluran barang/jasa melalui beberapa pihak ketiga atau beberapa perantara untuk menyampaikan barang/jasa kepada konsumen akhir. Distribusi tidak langsung memiliki 3 tipe seperti berikut:

One-level channel

Contoh distribusi one level channel

Distribusi one-level channel adalah di mana perusahaan tidak menjual produk mereka langsung ke konsumen. Perusahaan menjual produk mereka ke ritel, lalu pihak ritel lah yang menjual produk tersebut ke konsumen akhir.

Two-level channel

Contoh distribusi two level channel

Distribusi two-level channel adalah di mana perusahaan menjual produk mereka ke grosir. Kemudian grosir akan menjual produk tersebut ke ritel dan akhirnya barulah produk dijual oleh ritel ke konsumen akhir.

Three-level channel

contoh distribusi Three-level channel

Distribusi three-level channel mirip dengan two-level channel. Bedanya adalah channel ini menggunakan agen dan broker yang mewakili perusahaan untuk mengkontak dan membuat deal dengan grosir. Setelah transaksi penjualan terjadi antara produsen dan grosir, agen dan broker akan mendapat komisi. Lalu grosir akan menjual produk ke ritel dan kemudian produk didistribusikan ke konsumen akhir oleh ritel.

Saluran Distribusi

Dalam proses distribusi barang dan penyampaian produk ke konsumen, terdapat 2 macam saluran inti dari distribusi yaitu pedagang dan perantara khusus.

1. Pedagang

  • Grosir (pedagang besar)
  • Ritel (pedagang eceran)

2. Perantara khusus

  • Agen (dealer)
  • Broker (makelar)
  • Komisioner
  • Eksportir
  • Importir

Strategi Distribusi

Layanan distribusi sangat penting di semua sektor bisnis seperti layanan distribusi makanan dan minuman, pakaian, pos, dll. Untuk memaksimalkan proses distribusi tentu harus mempunyai strategi distribusi dalam pelaksanaannya.

Pemilihan jenis strategi bisnis harus disesuaikan dengan jenis produk yang sedang dipasarkan untuk mencapai target penjualan. Secara garis besar ada tiga jenis strategi distribusi yang bisa digunakan oleh produsen untuk memilih cara mereka mendistribusikan produk ke pasar atau konsumen yaitu distribusi intensif, distribusi eksklusif, dan distribusi selektif.

1. Strategi Distribusi Intensif

Distribusi intensif adalah strategi yang digunakan perusahaan ketika ingin fokus ke penyediaan produk ke seluruh pasar yang terakses, memastikan ketersediaan produk secara luas guna meningkatkan kesadaran tentang produk.

Untuk pendistribusian dalam skala besar, penjualan tentu besar juga yang berimbas pada meningkatnya revenue. Untuk memaksimalkan strategi ini, perusahaan sebaiknya memperhatikan hal-hal seperti pemasaran target, harga, ukuran produk, promosi, dan detail informasi produk lainnya secara terperinci.

2. Strategi Distribusi Eksklusif

Distribusi eksklusif adalah strategi pemasaran yang berotasi di antara produsen dan distributor. Produsen memilih distributor eksklusif daripada menargetkan banyak distributor.

Berbeda dari strategi lainnya, distributor eksklusif diberi hak eksklusif untuk menjual produk di area geografis tertentu sesuai dengan arahan produsen. Jumlah produk yang dijual pun bisa jadi terbatas untuk menjaga posisi dominan di pasar.

Strategi ini sering diaplikasi oleh perusahaan yang ingin branding bergengsi, biasanya digunakan oleh brand mobil mewah, pakaian desainer, dan produk-produk eksklusif lainnya. Jenis ini memberi kontrol perusahaan dalam hal promosi, kebijakan layanan, harga perantara, dan banyak faktor lainnya.

3. Strategi Distribusi Selektif

Distribusi selektif adalah strategi pembuatan outlet dengan jumlah tertentu di area geografis tertentu saja. Jenis ini paling efektif untuk perusahaan dengan brand kelas atas. Dengan pembatasan outlet, produsen dapat menyaring outlet dengan kinerja terbaik untuk mendapatkan output yang juga lebih baik, daripada membuang sumber daya maupun energi ke outlet yang banyak jumlahnya. Sehingga perusahaan bisa lebih fokus juga untuk proses produksi dan pendistribusian barang dengan segala upaya yang selektif.

Setelah mengenal lebih dalam tentang distribusi tentu Anda sudah lebih paham bagaimana alur distribusi barang/jasa hingga sampai ke konsumen. Dalam kegiatan distribusi tentu dibutuhkan manajemen distribusi yang baik dan teratur demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaannya. Dalam menentukan strategi distribusi pun tidak bisa asal, namun harus disesuaikan lagi dengan kebutuhan. Penentuan atau pemilihan bentuk, saluran, dan strategi distribusi adalah beberapa aktivitas yang terjadi di dalam manajemen distribusi.

Di era industri 4.0 ini, peran teknologi bisa jadi sangat membantu dan mempermudah bisnis seperti dalam proses distribusi. Sidig hadir sebagai solusi bisnis perusahaan Anda. Untuk lebih tahu mengenai software aplikasi distribusi yang bisa Anda gunakan untuk membantu distribusi produk Anda, silakan kunjungi https://sidig.id/

Strategi Distribusi Produk untuk Optimalkan Sales

Strategi Distribusi Produk untuk Optimalkan Sales

Sesuai dengan definisi kata distribusi yaitu penyaluran atau penyebaran, kegiatan distribusi dalam ekonomi yaitu sebuah proses dalam menjalankan bisnis untuk menyalurkan produk dari produsen ke konsumen. Dalam proses distribusi tersebut ada beberapa cara yang bisa digunakan baik produsen mendistribusikan langsung ke konsumen tanpa perantara maupun melalui perantara atau pihak lain. Semua tergantung pada jenis dan besarnya bisnis.

Dalam proses distribusi, dibutuhkan suatu strategi distribusi produk untuk memaksimalkannya. Strategi distribusi produk ini penting dan tidak hanya asal diaplikasikan saja. Banyak faktor yang mempengaruhi pemilihan strategi distribusi produk. Perusahaan harus mempunyai sistem manajemen distribusi (DMS) yang baik terlebih dahulu. Dan manajemen distribusi dapat menyesuaikan strategi distribusi produk dengan kebutuhan perusahaan, sehingga bisa tepat sasaran, bukan malah membuang energi dan sumber daya.

Apa itu Distribusi Produk?

Distribusi melibatkan proses pembuatan produk untuk memenuhi ketersediaan stok barang untuk dijual dengan menyebarkannya melalui pasar. Kegiatan ini mencakup transportasi, pengemasan, dan pengiriman. Oleh karena itu, distribusi sangatlah fundamental untuk sales perusahaan.

Kemudian pelaku kegiatan distribusi disebut distributor, pihak yang bertanggung jawab untuk pembelian produk, penyimpanan produk, kemudian menjual produk melalui saluran distribusi. Distributor menjadi perantara antara manufaktur dan ritel atau konsumen; bekerja untuk perusahaan tertentu dalam penyaluran produknya ke konsumen akhir.

Tipe-Tipe Strategi Distribusi Produk

Strategi distribusi bergantung pada tipe produk yang dijual. Triknya adalah tahu apa tipe distribusi yang Anda butuhkan untuk mancapai growth goals.

Secara garis besar, distribusi mempunyai tiga bentuk yaitu distribusi langsung, distribusi semi langsung, dan distribusi tidak langsung. Kemudian, strategi distribusi yang bisa Anda aplikasikan untuk pendistribusian produk bisnis Anda ada tiga yaitu strategi distribusi intensif, selektif, dan eksklusif.

  • Distribusi Intensif

Strategi ini dilaksanakan dengan membuka outlet tersebar sebanyak-banyaknya. Tujuannya adalah untuk menembus pasar sebanyak mungkin.

  • Distribusi Selektif

Distribusi selektif membuka outlet hanya di lokasi yang spesifik. Strategi ini biasanya diaplikasikan untuk pemasaran produk tertentu saja. Dengan begitu, manufaktur berhak menentukan harga dengan menargetkan pasar yang spesifik sehingga memberikan pengalaman berbelanja yang terkustomisasi. Distribusi selektif melingkupi beberapa lokasi di area tertentu.

  • Distribusi Eksklusif

Strategi distribusi eksklusif membatasi jumlah outlet. Artinya brand mewah yang eksklusif rilis koleksi spesial hanya tersedia di lokasi atau toko tertentu saja. Strategi ini membantu mempertahankan image brand dan keeksklusifan produk.

Bagaimana Cara Memilih Strategi Distribusi Produk untuk Bisnis?

Menentukan strategi distribusi yang tepat untuk bisnis bergantung pada faktor seperti tipe barang yang diproduksi, customer base, kemampuan warehouse dan logistik.

  • Tipe Barang

Ada tiga tipe keputusan pembelian: rutin, terbatas, dan ekstensif. Keputusan pembelian untuk membeli sebuah produk menuntun pada penentuan strategi distribusi tertentu.

Pembelian rutin adalah perilaku konsumen untuk membeli barang dengan cepat dan biasanya harga murah seperti barang kebutuhan sehari-hari: sabun, tisu, dll. Sehingga strategi distribusi intensif lebih cocok karena biasanya konsumen tidak terpaku pada brand khusus dan berekspektasi untuk dapat membelinya dengan mudah di lokasi manapun.

Pembelian terbatas adalah perilaku pembeli yang berada di antara pembelian rutin dan pembelian ekstensif. Pembeli akan meluangkan waktu lebih dalam memilih barang dan biasanya produk cukup mahal. Beberapa contoh pembelian terbatas yaitu clothing atau peralatan dapur. Untuk jenis ini, strategi distribusi selektif atau intensif cocok untuk penjualan barang-barang sejenisnya.

Terakhir adalah pembelian ekstensif. Yaitu pembelian barang-barang yang termasuk dalam barang mewah atau mahal seperti rumah, mobil, dan pendidikan. Biasanya harga barang terus naik, namun juga keputusan pembelian naik juga. Sebuah strategi distribusi eksklusif akan bekerja dengan baik untuk barang-barang tersebut.

  • Customer Base

Informasi mengenai demografi konsumen dapat membantu untuk menentukan strategi distribusi. Bagaimanapun, untuk lebih tepat dalam menentukan strategi distribusi yang paling efektif, perlu diketahui bentuk distribusinya dulu; apakah distribusi langsung, semi langsung, atau tidak langsung.

Beberapa metode dari distribusi langsung termasuk e-commerce, pos, dan toko dari manufaktur. Saat ini distribusi melalui pos lebih jarang seiring perkembangan teknologi. E-commerce adalah saluran distribusi yang menjadi populer dengan cepat. Metode ini mempermudah proses pembelian produk karena konsumen tidak perlu keluar rumah untuk melakukan pembelian.

Kemudian untuk distribusi melalui toko manufaktur memberikan keuntungan untuk konsumen karena produk yang dicari sudah terkurasi keberadaannya. Konsumen bisa melihat barang dan memegangnya secara langsung.

  • Kemampuan Warehouse dan Logistik

Baik sebuah perusahaan mengaplikasikan bentuk distribusi langsung, semi langsung, atau tidak langsung dan menggunakan strategi distribusi intensif, selektif, atau eksklusif; semua bergantung pada kemampuan untuk berinvestasi pada aspek seperti transportasi yang cepat, personil pengiriman barang, dan warehouse untuk menyimpan barang.

Teknologi Software Manajemen Distribusi (DMS)

Teknologi menjadi lebih pintar dan semakin solutif untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam alur proses distribusi. Software distribusi bisa mengoptimalkan proses distribusi itu sendiri. Software distribusi memungkinkan adanya automasi, Internet of Things (IoT), dan sistem cloud-based.

Saat ini sudah banyak software distribusi yang dikembangkan developer, dan masing-masing mungkin mempunyai fitur yang berbeda-beda untuk membantu proses distribusi. Beberapa fitur yang biasa ada dalam software distribusi yaitu sales order management, CRM, manajemen inventaris, e-commerce, dan manajemen logistik.

Beberapa software aplikasi rekomendasi yang bisa Anda gunakan untuk menunjang proses distribusi bisnis Anda yaitu Sidig. Untuk informasi selengkapnya mengenai Sidig, Anda bisa langsung mengunjungi laman resminya dengan klik di sini.

Menghitung Nilai Depresiasi Produk dengan Garansi Digital

Menghitung Nilai Depresiasi Produk dengan Garansi Digital

Dalam akuntansi, ada satu istilah yang sering digunakan yaitu depresiasi. Depresiasi merupakan hal krusial dalam penghitungan nilai aset, khususnya aset tetap suatu perusahaan.

Dalam pembukuan perusahaan terdapat banyak rincian biaya operasional perusahaan, salah satu diantaranya adalah depresiasi. Depresiasi menjadi komponen yang sangat berpengaruh dalam laporan keuangan perusahaan, khususnya ketika tutup buku yang biasanya dilakukan di akhir tahun.

Menghitung nilai depresiasi produk menjadi hal wajib dilakukan dalam menjalankan bisnis. Kegiatan menghitung nilai depresiasi produk dimaksudkan untuk mengetahui biaya penyusutan aset tetap perusahaan; misalnya gedung, mesin, kendaraan, dll. Ada rumus khusus yang digunakan untuk menghitung nilai depresiasi produk yang akan kita bahas lebih lanjut dalam artikel ini. Simak sampai habis, ya.

Apa itu Nilai Depresiasi Produk?

Nilai depresiasi yaitu penurunan nilai aset tetap yang disebabkan oleh usia atau durasi pemakaian. Istilah depresiasi merujuk pada sebuah metode akuntansi untuk mengalokasikan biaya aset fisik atau aset berwujud untuk menyokong keberlangsungannya.

Nilai depresiasi menandai seberapa banyak nilai aset yang telah digunakan. Hal itu dapat membantu perusahaan untuk menghasilkan revenue dari aset yang mereka miliki dengan membayar biaya depresiasi selama periode waktu tertentu.

Mengapa Perlu Memperhatikan Nilai Depresiasi?

Jika Anda memiliki aset yang mahal, depresiasi adalah kunci dari akuntansi bisnis Anda dan perhitungan pajaknya. Depresiasi sering disalahartikan sebagai sebuah istilah untuk menjelaskan tentang kehilangan nilai atau sebagai perhitungan pajak. Lebih dari itu, depresiasi adalah sebuah bagian penting dari pelaporan pajak bisnis Anda, sebuah konsep yang kompleks.

Ketika perusahaan melakukan depresiasi aset, mereka dapat merencanakan seberapa banyak nilai atau jumlah uang yang dikurangi setiap tahunnya, memberikan kontrol lebih terhadap finansial perusahaan Anda.

Jika tidak dilakukan perhitungan depresiasi aset pada sebuah perusahaan, biaya yang dikeluarkan untuk pajak bisa jadi lebih besar daripada yang semestinya karena kemungkinan besar laba yang tertulis lebih besar daripada yang ada.

Selain masalah perpajakan, pentingnya menghitung nilai depresiasi yaitu menghindarkan dari nilai bisnis yang tidak tepat. Pembukuan yang tidak akurat menjadi tidak merepresentasikan keadaan sesungguhnya sebuah bisnis. Kemudian penghitungan depresiasi juga membantu untuk mengetahui masa pakai aset sebuah perusahaan secara tepat. Perusahaan menjadi tahu kapan harus mengganti aset-aset sehingga akan memaksimalkan masa pakainya.

Bagaimana Menghitung Nilai Depresiasi Produk?

Terdapat beberapa cara atau metode yang bisa digunakan untuk menghitung depresiasi aset bisnis Anda. Berikut cara-caranya:

1. Straight-line method

Disebut juga dengan metode garis lurus. Metode ini sangat umum digunakan di berbagai sektor bisnis, namun kekurangannya adalah metode ini sebenarnya dianggap kurang akurat.

Depresiasi produk Straight-line method

Rumusnya adalah harga pendapatan dikurangi nilai sisa atau residu dulu kemudian hasilnya dibagi usia ekonomis. Dengan metode ini, biasanya catatan aset yang digunakan setiap tahunnya adalah sama.

2. Double-declining balance depreciation

Adalah metode saldo menurun ganda, melibatkan residu dan dipakai pada periode awal. Rumusnya adalah harga pendapatan dibagi usia ekonomis lalu dikalikan dua.

depresiasi produk Double-declining balance depreciation

Dengan perhitungan tersebut, kurs bisa tetap stabil namun nilai uang akan berkurang karena kurs akan dikalikan basis yang diturunkan lebih kecil daripada setiap periodenya.

3. Sum of the years’ digit depreciation

Metode jumlah angka tahun ini mirip dengan metode saldo menurun ganda dan banyak digunakan untuk menghitung depresiasi mesin-mesin produksi. Mesin biasanya mampu bekerja maksimal di awal namun cenderung berkurang performanya menjelang masa akhir penggunaannya.

depresiasi produk Sum of the years’ digit depreciation

Rumus untuk metode ini yaitu usia ekonomis dikalikan biaya perolehan aset yang dikurangi nilai residu kemudian dibagi jumlah angka tahun.

4. Units of production depreciation

Metode skema unit produksi ini menjadi metode yang paling rinci. Cara ini mewajibkan penggunaan satuan waktu dan berat dengan rumus harga pendapatan dikurangi nilai residu kemudian dikalikan penggunaan aset yang dibagi perkiraan masa manfaat.

depresiasi produk Units of production depreciation

Efisiensi Perhitungan Nilai Produk dengan Aplikasi

Dengan berbagai metode yang melibatkan beragam cara dan rumus perhitungan, penggunaan aplikasi akan lebih memudahkan prosesnya. Dengan sistem automasi, Anda hanya perlu memasukkan variable-variabel ke dalam perhitungan berbasis aplikasi.

Anda tidak perlu menghitung dengan cara menulis dan mencari tahu rumusnya. Aplikasi sudah memberikan pilihan metode. Pilih metode sesuai kepentingan dan kebutuhan perhitungan yang Anda inginkan untuk aset perusahaan.

Solusi dengan Garansi Digital

Kemudahan proses penghitungan depresiasi aset perusahaan Anda tentu dapat membantu menata finansial perusahaan Anda sehingga kondisi riil dari perusahaan Anda juga menjadi terbaca. Dengan proses yang efektif dan efisien, perusahaan juga dapat berfokus pada proses-proses bisnis lainnya.

Penggunaan aplikasi bisnis menjadi solusi untuk berbagai permasalahan proses bisnis Anda, membuat jalannya bisnis menjadi lebih efektif dan efisien. Anda bisa memakai software bisnis dan aplikasi garansi digital seperti Sleekr by Mekari, Majoo.id, Sidig, dan berbagai macam aplikasi bisnis lainnya. Sistem aplikasi yang terintegrasi tentu memudahkan untuk melakukan banyak aktivitas menggunakan satu platform yang tersentralisasi. Kerja menjadi efektif dan efisien bukan? Dapatkan informasi lengkap tentang Sidig di laman resminya https://sidig.id/

Penjadwalan Maintenance & Repair dengan Aplikasi Garansi Digital

Penjadwalan Maintenance & Repair dengan Aplikasi Garansi Digital

Di era yang serba online dan penggunaan teknologi di segala sektor kehidupan menjadi solusi yang ditawarkan oleh industri 4.0. Banyak jenis bisnis juga memanfaatkan keberadaan teknologi dalam menjalankan bisnisnya. Terlebih karena adanya pandemi, hampir segala aktivitas diharuskan untuk beralih ke sistem online demi keamanan setiap orang.

Dalam bisnis jual-beli barang, banyak aktivitas juga sudah dilaksanakan secara online untuk menjawab tantangan di era industri 4.0 dan juga masa pandemi. Salah satu aktivitas yang cukup krusial di bisnis jual beli barang yaitu layanan purna jual pemberian garansi produk. Layanan tersebut menjadi kunci untuk menaikkan loyalitas pelanggan. Teknologi memunculkan berbagai macam aplikasi garansi digital yang memudahkan segala aktivitas purna jual.

Aplikasi garansi digital memberikan banyak keuntungan bagi kedua pihak, penjual dan pembeli. Proses yang efisien dan efektif juga dapat terwujud dengan pemanfaatan aplikasi garansi digital. Terlebih hal ini sangat cocok dengan segala sistem online yang digalakkan terkait pandemi.

Apa itu Software Garansi Digital?

Garansi produk merupakan salah satu bagian dari layanan purna jual. Ketika seorang konsumen membeli suatu produk dan mendapat penggaransian produk, ketika menerima barang cacat produksi atau ada kerusakan maupun barang tidak berfungsi, konsumen mendapat hak seperti penggantian barang dengan barang baru maupun perbaikan tanpa dikenakan biaya atau mendapat potongan biaya, tergantung ketentuan garansi tiap-tiap perusahaan.

Saat ini sudah ada banyak software garansi digital yang dikembangkan. Keterlibatan teknologi menjadikan proses penggaransian produk menjadi tersentralisasi, terautomasi, dan terkomputerisasi. Dengan garansi produk berbasis aplikasi, prosesnya dapat dilakukan kapanpun dan di manapun asalkan mempunyai aplikasi di smartphone dan jaringan internet.

Apa itu Maintenance and Repair Software?

Software yang dapat digunakan untuk mengelola aktivitas manajemen maintenance dan repair produk yang sudah dibeli oleh konsumen adalah arti dari maintenance and repair software. Software tersebut mengelola pemeliharaan dan perbaikan produk dengan menata, merencanakan, melacak, dan menganalisis semua pekerjaan yang umumnya dilakukan oleh tim atau divisi penanggung jawab manajemen pemeliharaan dan perbaikan produk.

Fungsi Maintenance and Repair Software

Berikut fungsi dari software pemeliharaan dan perbaikan produk:

1. Mengurangi downtime

  • Memastikan ketersediaan alat
  • Menaikkan produksi
  • Memangkas limbah dan menghindarkan dua kali kerja
  • Memperpanjang hidup aset

2. Menjaga tempat kerja tetap aman dan tertib

  • Menetapkan SOP untuk kesehatan dan keamanan
  • Mengelola dan melacak insiden
  • Merekam dan memverifikasi kebijakan

3. Mengontrol biaya

  • Mengurangi ongkos kerja
  • Membeli sesuai kebutuhan
  • Melacak dan mengelola biaya garansi

4. Mengelola SDM dan proses-proses bisnis

  • Mengatur aset, dokumen, dan tatanan kerja
  • Menjadwalkan maintenance dan kinerja
  • Mengurangi membuang waktu untuk urusan administratif

5. Mengelola informasi

  • Automasi laporan dan menyesuaikan dengan kebutuhan
  • Melacak pemeliharaan KPI dan metrik
  • Membangun riwayat aset yang detail

6. Mengatur preventive maintenance

  • Menciptakan pemicu untuk maintenance
  • Menggunakan sensor untuk memonitor kondisi
  • Menstandarisasi usaha preventif

Bagaimana Cara Memanfaatkan Maintenance and Repair Software?

Saat ini banyak perusahaan mulai meninggalkan cara konvensional menggunakan kertas dan Excel dan beralih ke sistem digital untuk mengelola garansi produk yaitu memanfaatkan sebuah software guna membantu mereka mengatasi keriwehan pemeliharaan dan perbaikan, meningkatkan efisiensi, memangkas pengeluaran, dan mengurangi downtime.

Berikut cara memanfaatkan maintenance and repair software disesuaikan dengan siapa yang menggunakannya:

1. Manajer pemeliharaan

  • Menjadwalkan maintenance
  • Penugasan kerja
  • Membuat list kerja terstandarisasi
  • Mengelola sumber daya (SOP, laporan audit, dll)

2. Teknisi

  • Melihat dan melengkapi pekerjaan
  • Menyimpan informasi kondisi aset
  • Membuat dan menggunakan kode kegagalan yang standar

3. Operator

  • Mengajukan permintaan kerja
  • Perincian dokumen
  • Melihat dan melengkapi jadwal kerja (membersihkan peralatan, dll)

4. Manajer Inventaris

  • Membangun database digital untuk inventaris
  • Mengatur kuantitas minimum barang
  • Automasi pemesanan barang
  • Memproduksi laporan penggunaan dan biaya inventaris

5. Manajer Plant Reliability

  • Menganalisa metrik maintenance and repair
  • Mendapatkan gambaran biaya maintenance and repair
  • Mengukur produktivitas
  • Mengkoordinasi audit

6. Eksekutif (CEO, CFO, dll)

  • Mengintegrasi maintenance and repair dengan unit bisnis lainnya
  • Mengakses laporan produksi, biaya, dll
  • Membangun anggaran yang akurat
  • Mengamankan data dan informasi perusahaan

Keuntungan Menggunakan Maintenance and Repair Software?

Sistem yang tersentralisasi dan terkomputerisasi menawarkan banyak keuntungan dari proses maintenance and repair berbasis software. Dibandingkan dengan cara konvensional seperti menggunakan kertas dan pulpen atau Excel, software pemeliharaan dan perbaikan produk lebih memudahkan kinerja perusahaan dan menjadikan bisnis berjalan lebih efektif dan efisien.

Maintenance and repair software juga memberi keuntungan seperti membantu dalam manajemen tatanan kerja, mendetailkan riwayat aset, memudahkan proses manajemen inventaris, membuat laporan maintenance and repair jadi lebih akurat, preventive maintenance, penjadwalan maintenance and repair.

Preventive Maintenance and Repair

Aktivitas preventive maintenance and repair adalah pemeliharaan dan pemeriksaan rutin untuk memastikan keadaan suatu barang berfungsi dengan baik dan memperbaikinya jika ada kerusakan. Proses ini dapat dibantu pelaksanaannya agar lebih mudah dan cepat dengan sebuah software.

Software preventive maintenance and repair menawarkan fitur untuk menjadwalkan maintenance and repair, mengirim pengingat untuk teknisi ketika pekerjaannya sudah jatuh tempo, dan meningkatkan akses ke sumber data informasi yang membuat aktivitas perencanaan menjadi lebih cepat dan efektif.

Sederhananya, preventive maintenance and repair adalah tentang semua aktivitas perencanaan dan penjadwalan. Anda bisa memilih software maintenance and repair seperti Fiix, DPSI, Limble CMMS, MaintainX, Upkeep, Mapcon, dan lain sebagainya untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dan memastikan keberlangsungan produktivitas bisnis Anda.

WeCreativez WhatsApp Support
Kontak kami melalui Whatsapp
👋 Halo,ada yang bisa kami bantu?